Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah dari SMPN 4 Tenggarong Kaltim

Selasa, 06/10/2020 12:05:40
Pengelolaan sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia harus dilaksanakan dengan prinsip manajemen berbasis sekolah ( MBS). MBS ini bisa ditunjukkan pengelola sekolah melalui kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas dalam pengelolaan sekolah. Selain itu, MBS juga sudah diatur dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penerapan MBS sudah diterapkan SMPN 4 Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Agus Suparmanto, sang kepala sekolah bersama warga sekolah menerapkan MBS dengan membuat tiga gerakan inspiratif. Dia melakukan perubahan dalam manajemen sekolah, pembelajaran, budaya baca, sampai melibatkan peran serta masyarakat. Praktik baik MBS di sekolah ini mendapat apresiasi Prof Muchlas Samani, guru besar Universitas Negeri Surabaya, yang juga menjadi salah satu penggagas penerapan MBS di Indonesia. “Upaya yang dilakukan Kepala SMPN 4 Tenggarong bersama guru, komite sekolah, dan orangtua merupakan penerapan MBS yang benar. Praktik baik ini perlu dicontoh dan disebarkan,” kata Muchas setelah mengetahui praktik baik MBS di sekolah tersebut. Berikut adalah tiga gerakan inspiratif yang diterapkan Agus Suparmanto, Kepala SMPN 4 Tenggarong yang juga fasilitator MBS Program Pintar Tanoto Foundation. 1. Manajemen sekolah terbuka Manajemen terbuka, menurut Agus langkah awal yang harus dilakukan sekolah bila mau melibatkan masyarakat dalam mengembangkan sekolah. Salah satu cara untuk melakukan manajemen terbuka adalah dengan melakukan pendekatan dengan komite dan orangtua siswa. Misalnya ketika menyusun program sekolah, dia melibatkan komite sekolah dan orangtua. Selama rapat, mereka bersama-sama menyusun program dan perkiraan dana-dana yang dibutuhkan dan sumber dananya. Semua dilakukan secara terbuka. Salah satu tantangan membangkitkan peran serta masyarakat adalah pengertian masyarakat yang salah tentang program pendidikan gratis. “Banyak anggota masyarakat yang menganggap bahwa sekolah tidak lagi membutuhkan peran serta masyarakat karena semua sudah ditanggung pemerintah. Padahal yang ditanggung hanya dana operasional sekolah, masih banyak aspek-aspek lain yang perlu dibantu masyarakat, terutama terkait langsung dengan kebutuhan siswa itu sendiri dan lingkungan sekolah,” ujarnya Misalnya, dalam masalah lingkungan, sekolah memiliki lahan yang amat luas, lebih dari dua hektar. “Nah itu kan tidak ditanggulangi oleh dana BOS bagaimana memberdayakan lahan yang luas tersebut, padahal bisa menjadi sumber belajar siswa yang amat besar. Akhirnya kami bersama-sama sepakat, salah satunya untuk membuat program satu warga sekolah satu pohon,” ujar Agus. 2. "Jumpa Kopi" tingkatkan minat baca Salah satu program dijalankan sekolah adalah program literasi. SMPN 4 Tenggarong kemudian membuat salah satu program yang disebut dengan "Jumpa Kopi". Jumpa Kopi adalah akronim dari Jumat Pagi Koleksi Pindah. Program ini adalah strategi membuat koleksi buku di pojok baca ruang kelas SMPN 4 Tenggarong terasa selalu baru. Program ini dilaksanakan setiap Jumat pagi selepas para siswa melakukan senam pagi. Dikoordinir masing-masing pengurus kelas, para siswa setiap kelas menukarkan koleksi buku bacaan di pojok-pojok baca kelas dengan kelas lainnya. Misalnya, kelas VIIA bertukar koleksi buku dengan kelas VIIB, VIIC bertukar dengan VIIIA, IXA dengan IXB dan seterusnya. 2. Terapkan SIMAK Program SIMAK atau Sinergi Interaksi Memantau Aktif Pembelajaran di Kelas dipandang sebagai terobosan supervisi pembelajaran yang selama ini terasa kaku. Agus Suparmanto ingin supervisi bersifat lebih humanis, ada kesetaraan antara dia dengan gurunya karena tujuan supervisi menurutnya adalah pembinaan. Baca juga: Pohon Natal Persatuan Thamrin Libatkan 1.000 Siswa SD Tarakanita “Yang konvensional, biasanya guru dipanggil, kemudian kepala sekolah membuat check list dan menilai guru yang sedang mengajar. Itu membuat ada jarak antara guru dan kepala sekolah,” ujar Agus. Untuk itu, Agus mengadakan supervisi dengan cara team teaching atau mengajar bersama. “Ini agak ribet sebenarnya dibandingkan kita melakukan supervisi konvensional, karena kita lihat dulu perencanaan mengajarnya, kita lakukan simulasi bersama, kemudian kita lakukan mengajar bersama di kelas. Hanya perubahan dalam pembelajaran lebih terlihat nyata,” katanya lagi. Dia sering menemukan antara RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) para guru tidak sesuai dengan pelaksanaannya. Ada juga guru yang hanya mengajar di kelas. Siswa tidak diajak langsung belajar di kehidupan nyata. “Jadi waktu pembelajaran IPA tentang tumbuhan itu, saya minta guru untuk langsung mengkoneksikan dengan kehidupan nyata. Akhirnya RPP kami ubah bersama sama. Pada waktu praktik, anak-anak pergi ke kebun sekolah, langsung mengidentifikasi tumbuhan, mengelompokkan berbagai macam tumbuhan, misalnya berdasarkan daunnya yang menyirip, sejajar, melengkung dan sebagainya,” ujarnya. Inisiatif yang dilakukan kepala sekolah kini sudah bisa dilihat hasilnya. Para guru semakin termotivasi menerapkan pembelajaran aktif. Pajangan hasil karya siswa juga sudah bertebaran di semua kelas. Berdampak pada Kepercayaan Masyarakat Lihat Foto Pojok baca di kelas yang diperkaya dengan buku-buku bacaan dukungan dari orangtua siswa di SMPN 4 Tenggarong, Kaltim.(DOK. TANOTO FOUNDATION) Perubahan yang terjadi di sekolah ternyata membuat orangtua siswa yang bergabung dalam paguyuban kelas bersemangat membantu program-program sekolah. Orangtua dilibatkan sekolah mulai dari menyusun perencanaan, pelaksanaan, sampai melakukan evaluasi program sekolah. Mereka yang sebelumnya tidak pernah terlibat dalam program sekolah, kini sudah terlibat aktif. Mulai dari pembuatan pojok baca kelas, taman membaca, sampai menanam pohon untuk menata keasrian sekolah. Termasuk membantu menyediakan kebutuhan pembelajaran aktif untuk anak-anaknya di kelas.
 
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo


https://edukasi.kompas.com/read/2019/12/30/17562971/3-inspirasi-manajemen-berbasis-sekolah-dari-smpn-4-tenggarong-kaltim?page=all

Posting oleh Desi Eri K 6 tahun yang lalu - Dibaca 30773 kali

 
Tag : #MBS;PSM

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 22/06/2020 21:57:41
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud Sederhanakan Kurikulum

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, bahwa di tengah pandemi Covid-19 tengah...

Senin, 15/06/2020 09:57:35
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Bukan Berarti KBM Tatap Muka

Jakarta -  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjelaskan dimulainya tahun ajaran baru bukan...

7 Pilar MBS
MBS portal
7 Pilar MBS SD
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah a. Konsep Dasar Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78355 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75518 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 91970 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101350 kali
Info MBS
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
13 tahun yang lalu - dibaca 87838 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
13 tahun yang lalu - dibaca 106198 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
13 tahun yang lalu - dibaca 104512 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa Inggris
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa...
11 tahun yang lalu - dibaca 92890 kali
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik Terbaik Program DBE 2
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik...
13 tahun yang lalu - dibaca 55071 kali
Panduan Kegiatan DBE1 Tingkat Kabupaten...
13 tahun yang lalu - dibaca 61708 kali
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September 2011
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September...
12 tahun yang lalu - dibaca 90407 kali
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi - Pasca Gempa Gedung Sekolah dan Madrasah dengan Partisipasi Masyarakat
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi -...
13 tahun yang lalu - dibaca 65311 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.51 Mb - Loading : 1.53366 seconds