LAPORAN PENDAMPINGAN "MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DAN PERAN SERTA MASYARAKAT DI SEKOLAH DASAR"
Rabu, 16/12/2015 22:21:43
LAPORAN
PENDAMPINGAN
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)
DAN PERAN SERTA MASYARAKAT (PSM)
DI SEKOLAH DASAR
OLEH
ROHBAH,S.Pd
PENGAWAS KEC PEDAMARAN
TIM PENGEMBANG KABUPATEN
PROVINSI SUMATERA SELATAN
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH DASAR
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKA DASAR
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAY
2015
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur Kami Panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Berkat menyertainya dan pertolongan Nya lah kami dapat melaksanakan MBS/PSM di Sekolah Kami dengan baik, laporan ini hanyalah merupakan Standar Pendidikan Yang bertujuan meningkatkan kemampuan Kepala Sekolah yang dipimpinnya. berkat dukungan dari berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan,motivasi,materi serta fasilitas pendukung lainnya. Untuk itu melalui kesempatan ini,disampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Kepala bidang yang menangani sekolah dasar di dinas pendidikan provinsi Selaku Nara Sumber yang telah membantu memberikan Penjelasan tentang MBS/PSM.
2. Bapak Kepala seksi atau stap yana menangani sekolah dasar atau kurikulum di dinas provinsi .
3. Bapak Ibu nara sumber tim Pembina bintek MBS/PSM tingkat provinsi.
4. Tim Pembina bintek MBS/PSM selaku pengawas provinsi sebagai nara sumber tim pengembang di tingkat kabupaten.
Telah menyediakan kondisi dan fasilitas pelaksanaan MBS/PSM, sehingga seluruh kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. sampai pelaporan hasil pembinan ini dapat terselesaikan. Dalam Penyusunan Laporan MBS/PSM ini, Kami merasa MBS/PSM ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karenanya kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan MBS/PSM yang akan datang.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………… ii
Daftar isi ………………………………………………….… iii
BAB I
Pendahuluan ……………………………………………….. 1
BAB II
A. Latar belakang ……………………………………… 2
B. Dasar hukum ………………………………………… 3
C. Tujuan
1. Umum …………………………………………….. 4
2. Khusus ……...…………………………………...… 4
D. Hasil yang diharapkan ………………….………….... 4
E. Jawal pendampingan ………………….……………... 5
F. Tempat pelaksanaan ………………….……………… 5
BAB III
Hasil pendampingan
A. Materi pendampingan
1. Materi MBS……………………………………. 6
2. Materi PSM ………………………………...…. 6
B. Metode ……………………………………………...…. 6
C. Istrumen …………………………………………..…... 6
D. Hasil pendampingan MBS .…………………………... 7
E. Hasil pendampingan PSM ………………………..….. 8
BAB IV
Penutup……………………………………………………….. 9
Daftar Rujukan ………………………………………………. 10
BAB I
PENDAHULUAN
Fakta yang sekarang ini menyatakan bahwa mutu pendidikan di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan Negara-negara lain di dunia, seiring dengan diberlakukanya UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan peraturan pemerintah (PP) No 19 tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional, Hal ini mempunyai dampak yang sangat besar bagi majunya kehidupan masyarakat dalam segala aspek bidang kehidupan.
Untuk menciptakan masyarakat yang maju maka yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah bagaiman mewujudkan pendidikan yang bermutu yang pada akhirnya mencapai tujuan. Terwujudnya sistem MBS ini pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas.
Guna mencapai tujuan desentralisasi pendidikan tersebut, pemerintah melakukan restrukturisasi dalam penyelenggaraan pendidikan, terutama yang berkenaan dengan struktur kelembagaan pendidikan, mekanisme pengambilan keputusan dan manajemen pendidikan di pusat dan daerah,
Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah atau MBS. Hal ini didasarkan pada suatu asumsi bahwa MBS merupakan pemikiran kearah pengelolaan pendidikan yang memberi keleluasaan kepada sekolah untuk mengatur dan melaksanakan berbagai kebijakan secara luas. Dengan demikian Kepala Sekolah guru SD semestinya dapat memahami penerapan MBS sebagai bekal ketika berada di sekolah nantinya.
,
BAB II
LAPORAN PELAKSANAAN
A. Latar Belakang
Kementerian Pendidikan Nasional telah mengembangkan strategi penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan nasional di Indonesia, seiring dengan berlakunya UU No 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan nasional dan peraturan pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional. MBS merupakan kegiatan yang terpadu dalam penyelenggaraan pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa. Dalam MBS/PSM ini setiap komponen bertanggung jawab untuk terlibat di dalamnya, namun demikian komponen yang paling dekat dengan satuan pendidikan di daerah adalah dinas pendidikan di tingkat kecamatan dan kabupaten/kota.
Secara umum, untuk menunjang keberhasilan MBS/PSM di tingkat kabupaten/kota, Dinas Pendidikan sudah mempunyai jalur data dan informasi tentang pelaksanaan pendidikan di daerahnya. Namun jalur yang sudah ada tersebut dirasakan belum optimal dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di daerah masing-masing. Untuk mengoptimalkan upaya tersebut, saat ini sedang dikembangkan dua kegiatan yang akan membantu dinas pendidikan untuk memperoleh data dan informasi pelaksanaan pendidikan di daerah masing-masing dengan mengacu pada Manajemen berbasis sekolah (MBS) dan Peningkatan peran serta masyarakat (PPSM) Kedua kegiatan tersebut adalah Monitoring Sekolah oleh Pemerintah Daerah (MSPD).
MBS adalah proses yang mengikut sertakan semua pemangku kepentingan untuk membantu sekolah dalam menilai mutu penyelenggaraan pendidikan berdasarkan indikator-indikator kunci yang mengacu pada MBS dan PSM. MBS dilaksanakan oleh setiap sekolah sebagai satu kebutuhan untuk meningkatkan kinerja dan mutu sekolah secara berkelanjutan. MBS merupakan mekanisme evaluasi internal yang dilakukan oleh kepala sekolah dan laporan kepada kepala dinas pendidikan tentang pencapaian sekolah untuk pengembangan lebih lanjut.
Sedangkan PSM adalah serangkaian strategi yang dilaksanakan oleh Sekolah dan Dinas Pendidikan dan pengawas sekolah tingkat kabupaten/kota untuk memonitor
dan mengevaluasi mutu dan keefektifan sekolah dan tenaga kependidikan , sehingga kekuatan dan kemajuan yang dicapai dapat diketahui dan aspek-aspek yang memerlukan peningkatan dapat diidentifikasi. MSPD dilakukan oleh pengawas dalam mengumpulkan dan menganalisis laporan MBS untuk dijadikan dasar laporan MSPD kepada Dinas Pendidikan tingkat kabupaten/kota. Dengan adanya laporan MSPD, jajaran di tingkat kabupaten/kota akan memperoleh masukan untuk dasar perencanaan dan bantuan kepada sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di daerahnya. Oleh karena itu mutu laporan MBS akan menentukan mutu dan kegunaan laporan MSPD itu sendiri.
B. Dasar Penyelenggara.
1. Peraturan pemerintah No 74 tahun 2008 tentang Guru
2. Peraturan pemerintah No 48 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan
3. Peraturan pemerintah No 17 tahun 2010 jo.No 66 tahun 2010 tentang penegelolaan dan penyelenggarakan pendidikan
4. Keputusan menteri pendidikan nasional No 44/U/2004 tentang pendidikan dan komite sekolah
5. Keputusan Menteri pendidikan nasional No 129a/U/2004 tentang standar pelayanan minimal bidang pendidikan
6. Peraturan menteri pendidikan nasional No 22 tahun 2006 tentang standar Isi
7. Peraturan meteri pendidikan nasional No 23 tahun 2006 tentang stadar kopetensi kelulusan
8. Peraturan menteri pendidikan nasional No 27 tahun stadar penilaian
9. Peraturan menteri pendidikan nasional No 24 tahun tentang standar sarana dan prasarana
C. Tujuan
Tujuan Umum.
Melalui pendampingan yang dilakukan pengawas sekolah, kepala sekolah dapat meningkatkan kemampuan manajerial dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas
.
Tujuan Khusus.
1. Kepala Sekolah dapat mengimplementasikan manajemen berbasis sekolah/ meningkatkan peran serta masyarakat (MBS/PSM) secara efektif dan efisien di sekolah dasar.
2. Kepala sekolah memperoleh kemudahan dalam mengimplementasikan MBS/PSM dengan bantuan konsultasi, dan pelatihan personal dan spesifik secara tatap muka dan online.
D. Hasil yang Diharapkan
1. Meningkatnya pemahaman warga sekolah tentang implementasi MBS/PSM.
2. Meningkatnya kesadaran warga sekolah untuk mengimplementasikan MBS/PSM di sekolah.
3. Terlaksananya MBS/PSM secara efektif dan efisien.
E. Jadwal Pendampingan
Pendampingan dilaksanakan dalam durasi waktu sekitar 12 minggu dengan rincian sebagaimana dalam tabel. Namun demikian dalam pelaksanaan di lapangan bisa kurang atau lebih dari waktu yang disarankan tersebut.
Jadwal Pendampingan
No Durasi waktu Kegiatan
1. 1 minggu Persiapan bahan
2. 1 minggu Persiapan di SD binaan
3. 6 minggu Pelaksanaan pendampingan 7 komponen MBS/ pelaksanaan PSM
4. 3 minggu Melengkapi administrasi/bukti kegiatan sekolah
5. 1 minggu Pelaporan
F. Tempat Pelaksanaan
Kegiatan Pelaksanaan pendampingan implementasi MBS dan PSM di tingkat sekolah dasar:
1. SDN 1 Pedamaran
2. SDN 11 Pedamaran
3. SDN 2 Serinanti
BAB III
HASIL PELAKSANAAN PENDAMPINGAN
A. Materi Pendampingan
1. Materi Pendampingan MBS
a. Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah;
b. Manajemen peserta didik berbasis sekolah;
c. Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan berbasis sekolah;
d. Manajemen sarana dan prasarana berbasis sekolah;
e. Manajemen pembiayaan berbasis sekolah;
f. Manajemen humas berbasis sekolah;
g. Manajemen budaya dan lingkungan berbasis sekolah.
h. Kelengkapan bukti-bukti kegiatan/bukti administrasi untuk masing-masing komponen MBS ( 7 komponen ).
Secara lengkap materi pendampingan dapat dilihat pada instrumen pengukuran keberhasilan implementasi MBS/PSM.
B. Materi Pendampingan PSM
? Peningkatan peran serta masyarakat ( PPSM )
C. Metode
Pelaksanaan pendampingan dilakukan melalui metode menotoring Kepala SD Pembina dan SD Inti. Untuk 1 TPK mendamping sedikitnya 3 SD dengan mengimplementasikan MBS/PSM dengan baik. Menotoring tidak terbatas pada jam kerja saja melainkan bisa dilakukan kapan saja diperlukan. Untuk pengadaan.
D. Instrumen
Instrumen pendampingan implementasi MBS/PSM sebagaimana terlampir.
E. Hasil pendampingan implementasi MBS
NO 7 Komponen MBS SDN 1
Pedamaran SDN 11
Pedamaran SDN 2 Serinanti
1 Menajemen Kurikulum dan pembelajaran bebasiis seolah
84,84 83,33 87,12
2 Manajemen peserta didik berbasis sekolah
83,33 81,94 86,11
3 Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan berbasis sekolah
81,66 81,66 84,16
4 Manajemen sarana dan prasarana berbasis sekolah
75,00 74,24 76,51
5 Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
82,25 81,45 83,87
6 Manajemen hubungan sekolah dan masyarakat berbass sekolah
66,17 64,70 69,11
7 Manajemen budaya dan lingkungan berbasis
sekolah 76,61 75,80 79,03
Jumlah 549,86 544,12
565,91
Rata rata 71,22 70,48
73,30
F. Hasil pendampingan implementasi pendampingan Peningkatan peran serta masyarakat ( PPSM )
NO Nama Sekolah
Jumlah perolehan Skor Skor Akhir
1 SDN 1 Pedamaran
75 81,52
2 SDN 11 Pedamaran
73 79,34
3 SDN 2 Serinanti
77 83,69
BAB IV
PENUTUP
Kegiatan pendampingan perlu dilaksanakan untuk mempercepat implementasi MBS/PSM di SD-SD seluruh kabupaten. Pendampingan dilakukan oleh Pengawas yang telah mengikuti Bimtek MBS/PSM yang disebut sebagai TPK MBS/PSM. Secara filosofi dipilihnya Pengawas sebagai peserta Bimtek sekaligus sebagai petugas pendamping dalam implementasi MBS/PSM karena sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang harus diembannya sehari-hari, yakni membina sekolah.
Pendampingan yang dilakukan oleh Pengawas pada dasarnya tidak terlepas dari kesehatriannya dalam membina sekolah di bawah wilayahnya. Namun demikian pendampingan ini dimaksudkan agar pembinaan yang dilakukan Pengawas/ petugas pendamping lebih intensif yang mengarah pada pembinaan yang efektif dan efisiensi dalam mendorong percepatan implementasi MBS/PSM di sekolah binaan.
SD yang dibina dengan baik melalui pendampingan ini akan dinyatakan sebagai SD yang ber-MBS dengan baik dan SD yang ber-PSM dengan baik. Untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai rujukan bagi sekolah lain untuk menerapkan MBS/PSM dengan baik pula sesuai dengan karanteristik SD masing-masing.
Daftar Rujukan
Bozeman, B. & Feeney, M.K. (2007). Toward a Useful Theory of Mentoring: A Conceptual Analysis and Critique. Journal of Administration & Society Volume 39 Number 6 October 2007 hal. 719-739.
National Mentoring Partnrship. 2005. How to Build A Successful Mentoring Program: Using the Elements of Effective Practice. http://www.mentoring.org/downloads/mentoring_413.pdf
Posting oleh ROHBAH 10 tahun yang lalu - Dibaca 71248 kali
Tag :
#mbs #SD #pendampingan
Berikan Komentar Anda
Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Artikel
Minggu, 24/01/2021 07:23:27PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH DASAR UMUM DAN KEAGAMAAN
Peserta didik saat ini mengalami krisis karakter yang memprihatinkan Penanaman nilai karakter semangat kebangsaan...
Artikel
Senin, 14/12/2020 09:18:40PEMBINAAN POTENSI KEPEMIMPINAN SISWA MELALUI LAYANAN EKSTRAKURIKULER
Abstract: Student leadership potential is not enough just developed through learning activities in the classroom but...
7 Pilar MBS
Pilar
a. Konsep DasarManajemen budaya dan lingkungan berbasis sekolah adalah pengaturan budaya dan lingkungan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan budaya dan lingkungan sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi...
Informasi Terbaru
Penelitian
Penelitian
Siti Mistrianingsih. Abstract: The main objective of this study is to describe the implementation of MBS, roles of headmaster, the factors supporting and inhibiting the implementation of MBS at Elementary School in Pandanwangi 1 Malang. The methods of research used the qualitative approach and...
Modul dan Pedoman
Implementasi MBS dalam Kegiatan Pembelajaran di...
Rabu, 19/08/2020 09:05:54
Manajemen Pendidikan Ikut Tentukan Mutu Sekolah
Senin, 10/08/2020 13:47:18
New Normal Sekolah, Antara Sif Belajar dan...
Selasa, 04/08/2020 09:12:57
Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak Harus...
Selasa, 28/07/2020 08:31:58
Guru Perlu Lakukan Asesmen untuk Ketahui Capaian...
Senin, 20/07/2020 08:11:32
Nasib Pelajar di Tengah Pandemi
Selasa, 14/07/2020 14:14:11
Pandemi, Pendidikan, dan Persaingan Privilese
Senin, 06/07/2020 08:51:06
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua Penting dalam...
Senin, 29/06/2020 07:40:24
Fokus Hari Ini
Tags
Berita Pilihan
Implementasi MBS dalam Kegiatan Pembelajaran di...
Rabu, 19/08/2020 09:05:54
Manajemen Pendidikan Ikut Tentukan Mutu Sekolah
Senin, 10/08/2020 13:47:18
New Normal Sekolah, Antara Sif Belajar dan...
Selasa, 04/08/2020 09:12:57
Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak Harus...
Selasa, 28/07/2020 08:31:58
Guru Perlu Lakukan Asesmen untuk Ketahui Capaian...
Senin, 20/07/2020 08:11:32
Nasib Pelajar di Tengah Pandemi
Selasa, 14/07/2020 14:14:11
Pandemi, Pendidikan, dan Persaingan Privilese
Senin, 06/07/2020 08:51:06
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua Penting dalam...
Senin, 29/06/2020 07:40:24
Terpopuler
Modul MBS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
13 tahun yang lalu - dibaca 104408 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa...
11 tahun yang lalu - dibaca 92837 kali
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik...
13 tahun yang lalu - dibaca 55046 kali
Panduan Kegiatan DBE1 Tingkat Kabupaten...
13 tahun yang lalu - dibaca 61697 kali
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September...
12 tahun yang lalu - dibaca 90382 kali
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi -...
13 tahun yang lalu - dibaca 65310 kali
Integrasi Kecakapan Hidup dalam...
13 tahun yang lalu - dibaca 76760 kali
Pengajaran Profesional & Pembelajaran...
13 tahun yang lalu - dibaca 152631 kali
Info MBS
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah...
8 tahun yang lalu - dibaca 56133 kali
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan...
8 tahun yang lalu - dibaca 44526 kali
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan...
8 tahun yang lalu - dibaca 62603 kali
Generasi Milenial Jangan Takut...
8 tahun yang lalu - dibaca 59210 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
8 tahun yang lalu - dibaca 40489 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
8 tahun yang lalu - dibaca 48230 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
9 tahun yang lalu - dibaca 57645 kali
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
9 tahun yang lalu - dibaca 73615 kali
