Guru Perlu Lakukan Asesmen untuk Ketahui Capaian Siswa Belajar dari Rumah
Senin, 20/07/2020 08:11:32
Jakarta, Kemendikbud --- Melalui Webinar Asesmen dan Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Masa Pandemi, Kemendikbud mengajak guru maupun orang tua untuk berperan aktif dalam mendampingi anak menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Webinar tersebut diselenggarakan Pusat Asesmen dan Pembelajaran, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud dan bertujuan untuk membangkitkan minat dan semangat guru agar tetap konsisten membantu perkembangan anak Indonesia di masa pandemi Covid-19. Hambatan dalam pembelajaran yang dihadapi selama masa pandemi menyebabkan adanya defisit kompetensi pada proses belajar-mengajar, sehingga guru perlu melakukan asesmen untuk mengetahui capaian belajar siswa.
Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran, Asrijanty, menyadari adanya penurunan kompetensi pada sistem pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, sebagian anak mungkin belajar, namun tidak optimal. Sementara sebagian bahkan mungkin tidak berkesempatan belajar sama sekali.
“Bila kejadian ini terus berlanjut, maka akan menyebabkan kerugian dan berpengaruh pada masa depan mereka. Hasil studi Pusat Penelitian Kebijakan Kemendikbud menunjukkan, (jumlah) siswa yang setiap hari belajar dalam seminggu tidak sampai 50 persen, dan waktu belajar pun kurang dari tiga jam dalam sehari. Oleh karena itu, asesmen oleh guru untuk mengetahui capaian siswa perlu dilakukan,” ujar Asrijanty saat membuka Webinar Asesmen dan Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Masa Pandemi, Jumat (10/7/2020).
Webinar dibagi menjadi dua sesi dengan menghadirkan enam narasumber, yaitu Dinn Wahyudin, Guru Besar Bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum Universitas Pendidikan Indonesia; Rahmawati dan Susanti Sufyadi, dari Pusat Asesmen dan Pembelajaran; Sofie Dewayani, Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Literasi Sekolah; Dicky Susanto, perwakilan dari Calvin Institute of Technology; dan Fourgelina, dari Yayasan Literasi Anak Indonesia.
Pada sesi pertama, Dinn Wahyudin mengenai bagaimana dan cara apa yang tepat untuk dilakukan dalam mendiagnosis kondisi siswa dalam aspek kognitif dan nonkognitif di masa pandemi Covid-19. Ia mendukung pernyataan Asrijanty mengenai adanya penurunan capaian siswa di masa pandemi. Kesimpulan ini didukung oleh kajian nasional dan internasional, salah satunya ialah kajian dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Karena itulah ia meyakinkan tenaga pendidik untuk benar-benar melakukan remedial teaching, yaitu peninjauan kemampuan serta kesulitan yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran, dan diagnostic treatment, yaitu mengidentifikasi dan merancang perlakuan yang perlu diberikan untuk menindaklanjuti proses pembelajaran berikutnya.
Selaras dengan hal itu, Koordinator Analisis dan Penelitian Pusat Asesmen dan Pembelajaran, Rahmawaty, juga menjabarkan kelima prinsip yang harus ada pada proses asesmen, yaitu valid, reliabel atau konsisten, adil, fleksibel, dan memberikan umpan balik untuk pembelajaran. “Yang paling esensial dari asesmen adalah kita punya informasi, kita tahu siswa bisanya apa, tidak bisanya apa. Dan itulah yang akan kita refleksikan kepada pembelajaran ke depannya,” ungkapnya.
Rahmawati juga memaparkan materi yang dilengkapi dengan contoh dan produk yang lebih signifikan, salah satunya ialah cuplikan video dari aplikasi permainan yang dapat digunakan oleh tenaga pendidik, yaitu ‘Desatika’. Permainan Desatika yang seolah mengajak siswa untuk membangun desa selagi mengerjakan soal matematika, dianggap telah teruji. “Program ini sudah diujicobakan di lebih dari 400 SD di daerah tertinggal. Jadi kalau daerah tertinggal berhasil menggunakan ini, kami yakin Bapak Ibu sekalian yang ada di Nusantara juga dapat memanfaatkan aplikasi ini,” ujarnya.
Selain itu, Balitbang Kemendikbud juga sudah menyediakan konten video berjudul ‘Asesmen Diagnosis Berkala’ sebagai panduan yang dapat menjelaskan proses asesmen secara rinci bagi tenaga pendidik. Video tersebut dapat diakses di kanal Youtube Balitbang atau melalui tautan berikut: https://youtu.be/AzzTT-wcKHU.
Webinar Asesmen dan Pembelajaran Literasi Numerasi di Masa Pandemi disiarkan langsung melalui aplikasi konferensi video yang dapat diakses oleh peserta yang sudah mendaftarkan diri melalui tautan http://ringkas.kemdikbud.go.id/SeminarDaringLitbang . Selain itu, webinar juga dapat disaksikan melalui kanal Youtube Balitbang Kemendikbud. (Dwika Fajri Rahma/Desliana Maulipaksi)
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/07/guru-perlu-lakukan-asesmen-untuk-ketahui-capaian-siswa-belajar-dari-rumah
Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran, Asrijanty, menyadari adanya penurunan kompetensi pada sistem pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, sebagian anak mungkin belajar, namun tidak optimal. Sementara sebagian bahkan mungkin tidak berkesempatan belajar sama sekali.
“Bila kejadian ini terus berlanjut, maka akan menyebabkan kerugian dan berpengaruh pada masa depan mereka. Hasil studi Pusat Penelitian Kebijakan Kemendikbud menunjukkan, (jumlah) siswa yang setiap hari belajar dalam seminggu tidak sampai 50 persen, dan waktu belajar pun kurang dari tiga jam dalam sehari. Oleh karena itu, asesmen oleh guru untuk mengetahui capaian siswa perlu dilakukan,” ujar Asrijanty saat membuka Webinar Asesmen dan Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Masa Pandemi, Jumat (10/7/2020).
Webinar dibagi menjadi dua sesi dengan menghadirkan enam narasumber, yaitu Dinn Wahyudin, Guru Besar Bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum Universitas Pendidikan Indonesia; Rahmawati dan Susanti Sufyadi, dari Pusat Asesmen dan Pembelajaran; Sofie Dewayani, Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Literasi Sekolah; Dicky Susanto, perwakilan dari Calvin Institute of Technology; dan Fourgelina, dari Yayasan Literasi Anak Indonesia.
Pada sesi pertama, Dinn Wahyudin mengenai bagaimana dan cara apa yang tepat untuk dilakukan dalam mendiagnosis kondisi siswa dalam aspek kognitif dan nonkognitif di masa pandemi Covid-19. Ia mendukung pernyataan Asrijanty mengenai adanya penurunan capaian siswa di masa pandemi. Kesimpulan ini didukung oleh kajian nasional dan internasional, salah satunya ialah kajian dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Karena itulah ia meyakinkan tenaga pendidik untuk benar-benar melakukan remedial teaching, yaitu peninjauan kemampuan serta kesulitan yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran, dan diagnostic treatment, yaitu mengidentifikasi dan merancang perlakuan yang perlu diberikan untuk menindaklanjuti proses pembelajaran berikutnya.
Selaras dengan hal itu, Koordinator Analisis dan Penelitian Pusat Asesmen dan Pembelajaran, Rahmawaty, juga menjabarkan kelima prinsip yang harus ada pada proses asesmen, yaitu valid, reliabel atau konsisten, adil, fleksibel, dan memberikan umpan balik untuk pembelajaran. “Yang paling esensial dari asesmen adalah kita punya informasi, kita tahu siswa bisanya apa, tidak bisanya apa. Dan itulah yang akan kita refleksikan kepada pembelajaran ke depannya,” ungkapnya.
Rahmawati juga memaparkan materi yang dilengkapi dengan contoh dan produk yang lebih signifikan, salah satunya ialah cuplikan video dari aplikasi permainan yang dapat digunakan oleh tenaga pendidik, yaitu ‘Desatika’. Permainan Desatika yang seolah mengajak siswa untuk membangun desa selagi mengerjakan soal matematika, dianggap telah teruji. “Program ini sudah diujicobakan di lebih dari 400 SD di daerah tertinggal. Jadi kalau daerah tertinggal berhasil menggunakan ini, kami yakin Bapak Ibu sekalian yang ada di Nusantara juga dapat memanfaatkan aplikasi ini,” ujarnya.
Selain itu, Balitbang Kemendikbud juga sudah menyediakan konten video berjudul ‘Asesmen Diagnosis Berkala’ sebagai panduan yang dapat menjelaskan proses asesmen secara rinci bagi tenaga pendidik. Video tersebut dapat diakses di kanal Youtube Balitbang atau melalui tautan berikut: https://youtu.be/AzzTT-wcKHU.
Webinar Asesmen dan Pembelajaran Literasi Numerasi di Masa Pandemi disiarkan langsung melalui aplikasi konferensi video yang dapat diakses oleh peserta yang sudah mendaftarkan diri melalui tautan http://ringkas.kemdikbud.go.id/SeminarDaringLitbang . Selain itu, webinar juga dapat disaksikan melalui kanal Youtube Balitbang Kemendikbud. (Dwika Fajri Rahma/Desliana Maulipaksi)
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/07/guru-perlu-lakukan-asesmen-untuk-ketahui-capaian-siswa-belajar-dari-rumah
Posting oleh Desi Eri K 6 tahun yang lalu - Dibaca 29444 kali
Tag :
#psm #guru #pandemi #pendidikanmasapandemi #covid19
Berikan Komentar Anda
Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Artikel
Senin, 08/03/2021 10:49:35Digitalisasi Percepat Transformasi Layanan Pendidikan
JAKARTA - Sejak pandemi melanda, sekolah-sekolah diliburkan dan kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah....
Artikel
Selasa, 02/03/2021 09:57:29KESIAPAN MENGHADAPI PERUBAHAN PADA GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP JENIS BUDAYA DAN DUKUNGAN ORGANISASI
Abstract: The study investigates the relation of the readiness for change of an elementary school...
7 Pilar MBS
Pilar
Tujuh pilar MBS yaitu kurikulum dan pembelajaran, peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, hubungan sekolah dan masyarakat, dan budaya dan lingkungan sekolah.
Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan...
Informasi Terbaru
Penelitian
Penelitian
http://journal.um.ac.id/index.php/jmp/article/view/6093
Modul dan Pedoman
Digitalisasi Percepat Transformasi Layanan...
Senin, 08/03/2021 10:49:35
KESIAPAN MENGHADAPI PERUBAHAN PADA GURU SEKOLAH...
Selasa, 02/03/2021 09:57:29
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH...
Senin, 15/02/2021 15:16:57
PENINGKATAN PARTISIPASI ORANGTUA PESERTA DIDIK...
Rabu, 03/02/2021 08:59:00
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH...
Minggu, 24/01/2021 07:23:27
PEMBINAAN POTENSI KEPEMIMPINAN SISWA MELALUI...
Senin, 14/12/2020 09:18:40
Pengembangan Budaya Organisasi Sekolah Swasta...
Senin, 30/11/2020 09:07:18
Implementasi Kurikulum dan Pembelajaran di Masa...
Senin, 09/11/2020 08:38:41
Fokus Hari Ini
Tags
Berita Pilihan
Digitalisasi Percepat Transformasi Layanan...
Senin, 08/03/2021 10:49:35
KESIAPAN MENGHADAPI PERUBAHAN PADA GURU SEKOLAH...
Selasa, 02/03/2021 09:57:29
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH...
Senin, 15/02/2021 15:16:57
PENINGKATAN PARTISIPASI ORANGTUA PESERTA DIDIK...
Rabu, 03/02/2021 08:59:00
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH...
Minggu, 24/01/2021 07:23:27
PEMBINAAN POTENSI KEPEMIMPINAN SISWA MELALUI...
Senin, 14/12/2020 09:18:40
Pengembangan Budaya Organisasi Sekolah Swasta...
Senin, 30/11/2020 09:07:18
Implementasi Kurikulum dan Pembelajaran di Masa...
Senin, 09/11/2020 08:38:41
Terpopuler
Modul MBS
Paket Pelatihan 3
13 tahun yang lalu - dibaca 141545 kali
Paket Pelatihan 2
13 tahun yang lalu - dibaca 113727 kali
Paket Pelatihan 1
13 tahun yang lalu - dibaca 158989 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
13 tahun yang lalu - dibaca 119270 kali
MODUL 6 UNIT 3
11 tahun yang lalu - dibaca 124390 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
11 tahun yang lalu - dibaca 138743 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
13 tahun yang lalu - dibaca 118477 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
13 tahun yang lalu - dibaca 95653 kali
Info MBS
3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah...
6 tahun yang lalu - dibaca 30692 kali
Melihat Kendala Terberat Saat Membuka...
6 tahun yang lalu - dibaca 31633 kali
Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak...
6 tahun yang lalu - dibaca 51768 kali
Nasib Pelajar di Tengah Pandemi
6 tahun yang lalu - dibaca 57693 kali
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua...
6 tahun yang lalu - dibaca 73212 kali
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud...
6 tahun yang lalu - dibaca 46555 kali
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Bukan...
6 tahun yang lalu - dibaca 45910 kali
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI...
6 tahun yang lalu - dibaca 64649 kali
