Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Perlukah Mengganti Kurikulum?

Selasa, 05/11/2013 08:21:51

Kurikulum 2013

Pengertian pendidik (dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003) adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Tugas dari seorang pendidik adalah memberikan pengajaran kepada peserta didik. Dalam memberikan pengajaran, pendidik dapat melakukan beberapa hal, yaitu dengan cara (1) memanfaatkan media belajar, misalnya lingkungan sebagai sumber belajar, teknologi informasi, buku dan penunjang lainnya, (2) mendemonstrasikan kemampuan terhadap penguasaan pelajaran, (3) berkomunikasi dengan peserta didik, (4) memotivasi peserta didik dalam hal belajar, (5) menggunakan berbagai metode belajar, misalnya dengan menerapkan joyful learning, learning by doing, membentuk kelompok belajar, dan (6) melakukan evaluasi ataupun penilaian terhadap pembelajaran.

Berdasarkan Permendiknas No. 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru menyatakan bahwa ada beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru atau pendidik. Kompetensi itu antara lain kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Sebaiknya kompetensi itulah yang diujikan sebelum melakukan penerimaan untuk pendidik. Pemerintah yang lebih mementingkan penggantian kurikulum dibandingkan dengan memantapkan kompetensi guru dianggap sebagai kekurangan. Karena pada dasarnya, kurikulum yang diterapkan belum sepenuhnya merata hingga ke seluruh daerah di Indonesia. Wilayah-wilayah tertentu, misalnya seperti daerah di Pulau Papua, untuk menerima perubahan kurikulum yang begitu cepat membutuhkan proses yang tidak secepat wilayah di sekitar ibu kota. Belum selesai secara tuntas dengan penerapan kurikulum KTSP tahun 2006, sekarang sudah mucul wacana kurikulum tahun 2013.

Ada hal yang sangat penting untuk membenahi pendidikan di Indonesia, yaitu tenaga pendidik sebagai fasilitator dan pengendali di sekolah. Jika kurikulum 2013 benar-benar dilaksanakan, pertanyaannya apakah guru-guru sebagi pelaksana kurikulum baru itu sudah siap melaksanakannya? Apakah pemerintah sudah merencanakan pembelakalan yang matang untuk pelaksanaan kurikulum 2013 yang “katanya” lebih mengarah pada pendidikan karakter itu?

Berdasarkan  berita yang dimuat di website edukasi Kompas yang ditulis oleh Erwin Edhi Prasetyo pada hari Senin, 10 Desember 2012 pukul 14:15 WIB (http://edukasi.kompas.com/read/2012/12/10/14155748/Benahi.Mutu.Guru.daripada.Ganti.Kurikulum) menyatakan bahwa “yang penting bukan kurikulum yang diganti, melainkan kualitas guru yang harus dibenahi,” kata Dominikus yang juga pernah menjadi guru SD. Kemampuan guru di Merauke, terutama guru di daerah pedalaman, jauh tertinggal. Selama ini upaya meningkatkan kemampuan guru sangat minim.” Berdasarkan pengalamannya, penataran guru untuk menambah pengetahuan dan kemampuan guru pun bahkan sangat jarang diadakan. Banyak guru juga belum menempuh pendidikan minimal S-1. KTSP saja belum dikuasai guru, katanya.”

Sedangkan komentar tentang pelaksanaan kurikulum KTSP 2006 masih terdapat banyak kelemahan, antara lain seperti yang ditulis oleh Imam Hanafie Mh.A, MA dalam artikelnya yang berjudul Plus Minus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (http://re-searchengines.com/imamhanafie3-07-2.html) menyatakan bahwa “Pola penerapan KTSP atau kurikulum 2006 terbentur pada masih minimnya kualitas guru dan sekolah. Sebagian besar guru belum bisa diharapkan memberikan kontribusi pemikiran dan ide-ide kreatif untuk menjabarkan panduan kurikulum itu (KTSP), baik di atas kertas maupun di depan kelas. Selain disebabkan oleh rendahnya kualifikasi, juga disebabkan pola kurikulum lama yang terlanjur mengekang kreativitas guru.

Hal yang perlu dilakukan untuk mencapai mutu pendidikan seperti yang diharapkan oleh pemerintah maupun masyarakat Indonesia, ada baiknya dengan memulai dari hal yang paling pokok yaitu memperbaiki mutu guru atau pendidik dengan cara memberikan pemantapan terhadap kompetensi yang harus dikuasi sesuai yang tertera dalam Permendiknas No. 16 Tahun 2007, memberikan pembekalan secara matang terhadap kurikulum yang akan atau yang sedang dilaksanakan, memberikan upah yang sesuai untuk pendidik seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah dengan memberikan sertifikasi untuk pendidik, memastikan pendidikan yang telah ditempuh oleh pendidik adalah sesuai dengan bidangnya dalam mengajar, dan secara tegas menetapkan bahwa pendidikan guru atau pendidik minimal sarjana (S1). Jika hingga saat ini masih ditemui di wilayah-wilayah Indonesia bagian timur tentang kualifikasi menjadi pendidik yang masih cenderung rendah, tindakan utama adalah memberikannya pendidikan yang layak sehingga dalam proses mengajarnya dapat terlaksana dengan baik. Alasan utama mengapa yang dipentingkan adalah pendidik? Karena adanya pendidik yang pintar akan mampu menguasai peserta didik dengan baik, sebaliknya jika pendidik saja tidak memiliki kompetensi seperti yang telah ditetapkan, bagaimana bisa mendidik peserta didik untuk memperbaiki mutu pendidikan?

Keputusan pemerintah dalam melakukan perbaikan terhadap kurikulum, sebaiknya perlu dilakukan koreksi lagi untuk pencapaian mutu seperti yang diharapkan. Alasan yang paling kuat adalah masih terdapat ketidakmerataan terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP tahu 2006.

Posting oleh Arvynda Permatasari 13 tahun yang lalu - Dibaca 72234 kali

 
Tag : #

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Minggu, 24/01/2021 07:23:27
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH DASAR UMUM DAN KEAGAMAAN

Peserta didik saat ini mengalami krisis karakter yang memprihatinkan Penanaman nilai karakter semangat kebangsaan...

Senin, 14/12/2020 09:18:40
PEMBINAAN POTENSI KEPEMIMPINAN SISWA MELALUI LAYANAN EKSTRAKURIKULER

Abstract: Student leadership potential is not enough just developed through learning activities in the classroom but...

7 Pilar MBS
MBS portal
7. Manajemen Budaya dan Lingkungan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen budaya dan lingkungan berbasis sekolah adalah pengaturan budaya dan lingkungan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan budaya dan lingkungan sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah
Siti Mistrianingsih. Abstract: The main objective of this study is to describe the implementation of MBS, roles of headmaster, the factors supporting and inhibiting the implementation of MBS at Elementary School in Pandanwangi 1 Malang. The methods of research used the qualitative approach and...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
13 tahun yang lalu - dibaca 104433 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa Inggris
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa...
11 tahun yang lalu - dibaca 92857 kali
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik Terbaik Program DBE 2
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik...
13 tahun yang lalu - dibaca 55058 kali
Panduan Kegiatan DBE1 Tingkat Kabupaten...
13 tahun yang lalu - dibaca 61698 kali
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September 2011
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September...
12 tahun yang lalu - dibaca 90397 kali
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi - Pasca Gempa Gedung Sekolah dan Madrasah dengan Partisipasi Masyarakat
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi -...
13 tahun yang lalu - dibaca 65311 kali
Integrasi Kecakapan Hidup dalam...
13 tahun yang lalu - dibaca 76782 kali
Pengajaran Profesional & Pembelajaran...
13 tahun yang lalu - dibaca 152643 kali
Info MBS
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah...
8 tahun yang lalu - dibaca 56145 kali
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi Butuh Suntikan Beasiswa!
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan...
8 tahun yang lalu - dibaca 44542 kali
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan...
8 tahun yang lalu - dibaca 62635 kali
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Generasi Milenial Jangan Takut...
8 tahun yang lalu - dibaca 59212 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
8 tahun yang lalu - dibaca 40497 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
8 tahun yang lalu - dibaca 48234 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
9 tahun yang lalu - dibaca 57663 kali
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
9 tahun yang lalu - dibaca 73621 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.51 Mb - Loading : 2.00146 seconds