Pengembangan Budaya Organisasi Sekolah Swasta Unggul
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan budaya organisasi Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMPS) unggul di Kota Palangka Raya, dilihat dari aspek: (1) nilai-nilai positif yang mendasari pengembangan budaya organisasi sekolah, (2) strategi internalisasi nilai-nilai positif dalam pengembangan budaya organisasi sekolah, (3) faktor pendukung dan kendala dalam pengembangan budaya organisasi sekolah, dan (4) peran stakeholder dalam mendukung pengembangan budaya organisasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah Pendiri yayasan SMPS Golden Christian School (GCS), Kepala sekolah, Guru, dan Stakeholder sekolah. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan interactive model reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi data. Pengabsahan data dalam penelitian ini menggunakan credibility, transferability, dependability dan confirmability. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya organisasi sekolah di SMPS GCS dikembangkan dengan mendasarkan pada nilai-nilai ajaran agama Kristen sebagai landasan utama dalam pembentukan karakter dan budaya organisasi sekolah. Melalui strategi-strategi internalisasi yang direalisasikan dalam berbagai kebijakan dan program sekolah, nilai-nilai positif yang diyakini sekolah tertanam dan melekat dalam diri peserta didik yang pada akhirnya membentuk budaya organisasi sekolah serta mampu menjadikan SMPS GCS sebagai sekolah swasta unggul di Kota Palangka Raya.
http://journal2.um.ac.id/index.php/jmsp/article/view/11941
Posting oleh Desi Eri K 5 tahun yang lalu - Dibaca 23289 kali
INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIUS PADA KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH
INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIUS PADA KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH Bagus Rachmad Saputra, Imron Arifin,...
Wahai Para Guru, Jangan Berikan Tugas yang Membebani Psikis Anak Didik
Anggota Komisi X FPKB DPR RI Hj Lathifah Shohib mengkritisi realisasi kebijakan proses belajar di rumah. Ia menilai...
