Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Pandemi Covid-19 akan Mempengaruhi Pengelolaan Pendidikan dan Sekolah

Selasa, 15/09/2020 12:04:32

46mbs.jpg


JAKARTA. Pengadaan pembelajaran oleh pengelola atau institusi pendidikan pada masa pandemi covid-19 mendapat tantangan yang berat. Khususnya sekolah-sekolah swasta yang secara finansial harus mandiri pendanaannya.

Menurut Doni Koesoema, Pengamat Pendidikan, berbeda dengan sekolah negeri petunjuk teknis (juknis) penggunaan dana BOS harusnya sudah melingkupi soal pembiayaan komunikasi online untuk pendidikan di masa pandemi ini. "Yang masalah sekolah swasta itu harus menghidupi dirinya sendiri," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (14/7).

 

Apalagi pemasukan masyarakat saat ini terhambat lantaran ekonomi yang sulit selagi pandemi berlangsung, banyak pembayaran uang sekolah menurut Doni terhambat. Ia memperkirakan di Jakarta saja orang tua yang baru membayar uang sekolah sekitar 60%.

Hal ini menambah beban sekolah swasta dalam mengoperasikan pendidikannya selama pandemi tersebut, padahal biaya listrik, telekomunikasi dan internet terus meningkat. Belum lagi sekolah harus membiayai tenaga kerja, baik guru tetap maupun honorer.

"Diharapkan ada bantuan untuk sekolah-sekolah ini. Saya lihat selama pandemi ini adanya bantuan sosial saja, bantuan di sektor pendidikan belum," ungkap Doni. Begitu pula dengan sekolah tang berada di tempat terpencil dengan akses internet yang masih buruk, hal ini masih perlu perhatian pemerintah secara lebih komprehensif.

Adapun kondisi saat ini beberapa sekolah di daerah telah melangsungkan pembelajaran tatap muka di hari Senin (13/7) kemarin. Doni mengatakan, pembelajaran tatap muka sebaiknya mempertimbangkan banyak aspek.

Seperti zona penyebaran covid-19 di area tersebut, serta jika ingin mengadakan pembelajaran tatap muka harus berdiskusi dengan komite sekolah dan wali murid. Sebenarnya selama pandemi kemarin, tenaga kerja guru pun sudah dipaksa untuk bekerja ke kantor.

Hal tersebut disayangkan Doni lantaran untuk Jakarta saja sebagian besar guru menggunakan transportasi publik yang punya resiko terpapar lebih tinggi. "Padahal Gubernur bilang, penumpang transportasi umum itu diperkirakan 60% adalah Orang Tanpa Gejala (OTG)," katanya.

Sementara itu, Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya mengumumkan bahwa sistem sekolah secara virtual hybrid akan diterapkan permanen di Indonesia, dan telah meminta guru dan orang tua untuk beradaptasi.

Menanggapi situasi tersebut, Sampoerna Academy salah satu sekolah swasta internasional mengusung konsep virtual schooling. Mustafa Guvercin, Sampoerna Academy School Director mengatakan di situasi ini sekolah perlu memahami pentingnya memposisikan pendidikan sebagai sebuah perjalanan, bukan tujuan.

Virtual schooling mengikuti visi kami dalam memajukan siswa yang kreatif, passionate, tidak pernah berhenti belajar, yang mampu menghadapi tantangan di dunia yang berubah dengan cepat. Siswa berpartisipasi dalam pembelajaran live synchronous via Google Meet bersama para wali kelas dan guru lainnya," ujar Mustafa Guvercin dalam media rilisnya yang diterima Kontan.co.id.

Selama 4 bulan implementasi virtual schooling, Sampoerna Academy mengklaim telah berhasil mencapai target akademik semester lalu dengan 5.163 sesi sekolah virtual, 92% penyelesaian tugas, dan 10.298 makalah dan proyek. 97% dari orang tua menyatakan puas. Persentase kehadiran siswa mencapai angka 96%.

Posting oleh Desi Eri K 6 tahun yang lalu - Dibaca 38493 kali

 
Tag : #MBS #PSM #pengelolaanpendidikanmasapendidikan

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 07/09/2020 09:20:17
Peran Kepala Sekolah di Saat Pandemi Covid-19

Jambi, – Berbicara kepemimpinan organisasi sekolah, kepala sekolah merupakan seseorang yang berada di garda...

Selasa, 01/09/2020 12:05:14
Melihat Kendala Terberat Saat Membuka Kembali Sekolah di Masa Pandemi

Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI) memaparkan hasil survei nasional "Kesiapan Sekolah Menghadapi Kenormalan Baru...

7 Pilar MBS
Contoh Pilar
Redaksi : Keterangan 
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78367 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75543 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 92016 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101385 kali
Info MBS
MBS Kunci Pengembangan Sekolah
MBS Kunci Pengembangan Sekolah
10 tahun yang lalu - dibaca 42879 kali
Mengelola Budaya Baca Tanggung Jawab Semua Pihak
Mengelola Budaya Baca Tanggung Jawab...
10 tahun yang lalu - dibaca 40811 kali
Program Bandung Masagi, Dekatkan Siswa Lewat Pendidikan Karakter
Program Bandung Masagi, Dekatkan Siswa...
10 tahun yang lalu - dibaca 61615 kali
Guru Ini Manfaatkan Teknologi Dukung Pembelajaran Siswa
Guru Ini Manfaatkan Teknologi Dukung...
10 tahun yang lalu - dibaca 51305 kali
SE Mendikbud tentang Penerapan Regulasi Baru di Tahun Pelajaran 2016/2017
SE Mendikbud tentang Penerapan Regulasi...
10 tahun yang lalu - dibaca 59276 kali
Galang Program Orang Tua Mengajar
Galang Program Orang Tua Mengajar
10 tahun yang lalu - dibaca 57296 kali
Mendikbud Mengajak Masyarakat Menjaga Kelestarian Budaya Indonesia
Mendikbud Mengajak Masyarakat Menjaga...
10 tahun yang lalu - dibaca 45452 kali
Plt. Gubsu: MBS Kunci Pengembangan Sekolah
Plt. Gubsu: MBS Kunci Pengembangan...
10 tahun yang lalu - dibaca 41539 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.47 Mb - Loading : 1.56339 seconds