Tahun Ini, 3.725 SMA/SMK se-Jatim Bebas Biaya Pendidikan Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tahun Ini, 3.725 SMA/SMK se-Jatim Bebas Biaya Pendidikan", https://regional.kompas.com/re
Rabu, 06/03/2019 12:52:00

SURABAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencanangkan program untuk menggratiskan sumbangan pembinaan pendidikan ( SPP) bagi SMA/SMK di Jatim. Dengan program bernama Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas) itu, Pemprov Jatim, melalui Dinas Pendidikan Jatim, akan memberlakukan SPP gratis bagi SMA/SMK di Jawa Timur mulai Juli 2019 mendatang, atau saat tahun ajaran baru 2019-2020 dimulai. Tak hanya SPP gratis, Pemprov Jatim juga memberikan seragam gratis bagi pelajar, termasuk penggantian perabotan-perabotan rusak di sekolah. "Ya, nanti itu tahun ajaran baru (SPP gratis) yang sudah akan dimulai bulan Juli 2019," kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rahman, kepada Kompas.com, Selasa (26/2/2019). Baca juga: 5 Fakta Program Terobosan Gubernur Khofifah, Gratiskan SPP hingga Utus Emil Temui 3 Kepala Daerah Saiful menegaskan, untuk SMA/SMK negeri di Jatim, biayanya akan ditanggung penuh. Sementara untuk SMA/SMK swasta, sifatnya diberi subsidi. "Sekolah swasta (SPP gratis) tidak diberikan full," ujar Saiful. Ia mencontohkan, SPP untuk SMA/SMK swasta di Surabaya, misalnya, rata-rata Rp 200.000 per bulan. Namun, saat ini biaya SPP itu akan dipangkas agar bisa meringankan beban orang tua siswa. "Sesuai SE gubernur dulu (Soekarwo), standar SPP Surabaya Rp 135.000. (Saat ini) berarti orang tua siswa tinggal membayar Rp 65.000 saja," jelasnya. Sementara itu, untuk SMA/SMK swasta elite di Jawa Timur, tidak akan mendapatkan subsidi dari Pemprov Jatim. "Kalau sekolah swasta yang gede-gede, mereka tidak mau menerima yang begitu-begitu (subsidi). Karena bayar SPP-nya saja Rp 2 juta," kata Saiful. Secara keseluruhan, pembebasan biaya pendidikan itu akan diberikan kepada 3.725 sekolah di Jatim. Rinciannya, 1.720 SMA negeri dan swasta serta 2.005 SMK negeri dan swasta di Jatim. "Kemungkinan yang terbayar semua adalah SMK. Karena yang sekolah di SMK rata-rata golongan menengah ke bawah. Kalau SMA itu rata-rata dari golongan mampu," tambah Saiful. Selain itu, insentif semua guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di sekolah juga dilakukan pemerataan. Dinas Pendidikan Jatim, menurut Saiful, menyiapkan insentif bagi GTT dan PTT di SMA/SMK pendidikan khusus dan layanan khusus (PKLK), yang jumlahnya sekitar 21.000 orang. Karena, sementara ini, baru ada 8.000 GTT dan PTT yang menerima intensif dari Pemprov Jatim. Insentif yang akan dibayarkan tidak berubah, yakni Rp 750.000. "Program-progam di Dinas Pendidikan merupakan program yang semuanya dicanangkan Bu Khofifah, gubernur baru," Saiful menambahkan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tahun Ini, 3.725 SMA/SMK se-Jatim Bebas Biaya Pendidikan", https://regional.kompas.com/read/2019/02/26/23561031/tahun-ini-3725-smasmk-se-jatim-bebas-biaya-pendidikan.
Penulis : Kontributor Surabaya, Ghinan Salman
Editor : Khairina
https://regional.kompas.com/read/2019/02/26/23561031/tahun-ini-3725-smasmk-se-jatim-bebas-biaya-pendidikan
Posting oleh Desi Eri K 7 tahun yang lalu - Dibaca 63949 kali
Tag :
#MBS #PSM #pendidikangratis
Berikan Komentar Anda
Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Artikel
Senin, 02/03/2020 08:52:29Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke
Babinsa Koramil 1707-06 Kodim 1707 Kabupaten Merauke Serka Hari Wijianto memiliki peran tambahan, yakni menjadi guru di...
Artikel
Senin, 24/02/2020 08:24:35Minat Sains Semakin Tinggi, Perlu Pembinaan Talenta Sejak Dini
Presiden Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) Prof Riri Fitri Sari, menuturkan minat pelajar untuk...
7 Pilar MBS
Pilar
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah
a. Konsep Dasar
Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Penelitian
Raden Bambang Sumarsono
rbamsum@gmail.com
Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Banyak Guru Sulit Temukan Masalah di Kelas
Selasa, 11/10/2016 18:58:51
UNESCO Tekankan Pendidikan Bukan Sekadar Pintar...
Rabu, 05/10/2016 11:47:25
SMK Negeri Paku
Jum'at, 30/09/2016 10:23:37
MODEL PENDIDIKAN YANG MEMBERDAYAKAN PETANI UNTUK...
Rabu, 28/09/2016 16:00:43
Jalin Kebersamaan SDN Rampal Celaket 1 Malang...
Senin, 26/09/2016 09:02:49
Pentingnya Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru
Rabu, 21/09/2016 08:56:15
Bawa Sayuran Saat Belajar Membaca
Senin, 19/09/2016 09:16:25
MENGGAGAS MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS...
Selasa, 13/09/2016 10:29:17
Fokus Hari Ini
Tags
Berita Pilihan
Banyak Guru Sulit Temukan Masalah di Kelas
Selasa, 11/10/2016 18:58:51
UNESCO Tekankan Pendidikan Bukan Sekadar Pintar...
Rabu, 05/10/2016 11:47:25
SMK Negeri Paku
Jum'at, 30/09/2016 10:23:37
MODEL PENDIDIKAN YANG MEMBERDAYAKAN PETANI UNTUK...
Rabu, 28/09/2016 16:00:43
Jalin Kebersamaan SDN Rampal Celaket 1 Malang...
Senin, 26/09/2016 09:02:49
Pentingnya Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru
Rabu, 21/09/2016 08:56:15
Bawa Sayuran Saat Belajar Membaca
Senin, 19/09/2016 09:16:25
MENGGAGAS MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS...
Selasa, 13/09/2016 10:29:17
Terpopuler
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78357 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75525 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 91981 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101357 kali
Info MBS
4. Manajemen Sarana dan Prasarana...
13 tahun yang lalu - dibaca 115169 kali
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga...
12 tahun yang lalu - dibaca 113427 kali
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis...
12 tahun yang lalu - dibaca 118595 kali
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran...
12 tahun yang lalu - dibaca 73433 kali
