Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Didik Prangbakat: Guru MBS Meningggakan Kita

Rabu, 25/11/2015 12:11:01

46didik prangbakat.jpg

Beliau guru kami, yang muda-muda ini, sumur pengetahuan tempat kami menimba pengetahuan tentang manajemen berbasis sekolah, terutama sekali praksis di sekolah dasar, tempat beliau bekerja di Direktorat Pembinaan SD Kemdikbud, semoga Allah SWT menerima semua amal baiknya. Salah seorang penggagas mbscenter yang terus memompa terlaksananya pilar-pilar manajemen berbasis sekolah di Indonesia dan mendorong semangat kami untuk terus menekuninya. Orang yang baik, santun, rendah hati, berbicara pelan-runtut tertata, dan pekat dengan unggah ungguh jawa meninggalkan kami, tepat satu hari menjelang hari guru. Hari ini, tepat di hari guru ini, kami mengenang kebaikan dan pesan-pesan beliau.
 
Tentu bukan tanpa alasan beliau menekuni manajemen berbasis sekolah, selain tentu saja lingkup bekerjanya sangat erat terkait, pendidikan di Universitas Negeri Malang (eks IKIP Malang) menjadikannya liat dengan bidang pendidikan. Karir panjangnya di kementerian, sepanjang ketekunannya mengawal disemenasi manajemen berbasis sekolah, terus menerus hampir tanpa jeda.
 
Seperti hari itu yang kami kenang dengan baik, bertempat di Yogyakarta yang tenang dan sejuk, di salah satu forum yang digagas oleh Kemdikbud dan Unesco, medio Juni 2015, beliau yang masih segar bugar, tidak memperlihatkan gejala sakit apapun, mengatakan bahwa untuk dapat melaksanakan MBS yang efektif, diperlukan tahapan pemahaman yang baik. Pemahaman tersebut meliputi mengikuti pelatihan, workshop, diskusi, dan seminar yang didukung oleh panduan dan dokumen lain pendukung, simulasi, dan praktik. Melihat pengalaman sekolah lain “best practices” dan didukung study banding, observasi, melihat secara fisik, praktik nyata di sekolah lain. Mencoba melaksanakan di sekolah sendiri yang diikuti dengan banyak tantangan, berusaha mengatasi , menemukan lesson point, dan mengembangkan. Selanjutnya yaitu bagian yang sangat menentukan, yaitu prasyarat berkelanjutan.
 
Sampai pada satu titik ini Pak Didik Prangbakat, yang asli Mojokerto, percaya kepada falsafah Jawa untuk dijadikan formulasi tahapan manajemen berbasis sekolah, bahwa tahapan internalisasi atau fusi program manajemen berbasis sekolah dilalui melalui tahapan-tahapan yang berkelindan satu sama lain. Tahapan pertama niteni yaitu memperhatikan dan mempelajari terus menerus. Kedua nirokke, meniru apa yang diperhatikan dan dipelajari. Ketiga ngugemi, meyakini dan mematuhi prosedur yang diketahui. Keempat nglakoni, melaksanakan sesuai konsep yang telah diyakini. Kelima nambahi, yaitu menambah , mengembangkan – kreativitas dan inovasi. Keenam ngabarake, yaitu sosialisasi, menyampaikan pada pihak lain. Terakhir, ketujuh ngupayakake, yaitu memperjuangkan, melawan tantangan dan tentangan.
 
Untuk mengerek tinggi-tinggi mutu sekolah melalui manajemen berbasis sekolah, Pak Didik Prangbakat menunjuk kterlibatan aktornya, yang harus memenuhi kriteria baik. Kriteria karakter aktor manajemen berbasis sekolah tersebut yaitu terus menerus mempelajari dan mengkaji (tekun), mematuhi apa yang telah ditetapkan (disiplin), melaksanakan secara ajeg berkelanjutan (konsisten), tidak ragu, yakin yang dilakukan benar dan bermanfaat (percaya diri), selalu berfikir dan berkreasi untuk efektivitas (kreatif – inovatif), tidak didasari kepentingan lain (ikhlas), tidak menyombongkan keberhasilannya (rendah hati), mengakui keunggulan pihak lain dan belajar darinya (jujur pada diri sendiri), terbuka terhadap gagasan yang berbeda (terbuka), disamping responsibilitas (memiliki akuntabilitas), pantang menyerah tidak putus asa (tangguh), dan menghadapi rintangan dan tentangan (berani).
 
Akhirnya, beliau menegaskan bahwa kemandirian sekolah / school autonomy: kepala sekolah dan segenap warga sekolah berani mengambil keputusan kreatif untuk hal-hal yang belum diatur. Walaupun kreatif tidak bisa jalan sendiri, perlu berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Mampu berfikir prosedural dan metakognitif. Mandiri dalam mengembangkan sekolah dalam kerangka kebijakan yang ada, syaratnya: seluruh warga sekolah harus merasa memiliki sekolah dan merupakan satu keluarga besar yang penuh kebersamaan, saling asah, asih dan asuh. Manajemen berbasis sekolah bukan sekedar tingginya prestasi dan rapinya administrasi, sekolah bagian penting dari lingkungannya. Setelah tahu, paham dan mengerti tentang manajemen berbasis sekolah, berjuang, berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan di sekolah sendiri dan membantu, memfasilitasi sekolah lain. Manajemen berbasis sekolah merupakan upaya mewadahi, mengelola, mengendalikan, mengevaluasi, menyempurnakan semua program peningkatan mutu di sekolah. Semua upaya tersebut perlu diarahkan pada peningkatan kualitas dan hasil pendidikan. Selamat jalan Pak Didik Prangbakat.

Posting oleh Teguh Triwiyanto 11 tahun yang lalu - Dibaca 54828 kali

 
Tag : #Didik Prangbakat # tokoh mbs indonesia

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 30/11/2020 09:07:18
Pengembangan Budaya Organisasi Sekolah Swasta Unggul

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan budaya organisasi Sekolah Menengah Pertama Swasta...

Senin, 09/11/2020 08:38:41
Implementasi Kurikulum dan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Malang. Pandemi covid-19 rupanya tak kunjung membaik hingga memasuki tahun ajaran baru 2020/2021. Namun sudah terlihat...

7 Pilar MBS
MBS portal
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen pendidik dan tenaga kependidikan berbasis sekolah adalah pengaturan pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan yang terkait dengan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah,...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
PENINGKATAN PARTISIPASI ORANG TUA SISWA DALAM PENDIDIKAN MENUJU GENERASI EMAS INDONESIA
R. Bambang Soemarsono. Pendidikan merupakan suatu proses transformasi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan dan aspek-aspek perilaku lainnya dari generasi ke generasi berikutnya. Bafadal (2013) menyatakan, bahwa” tugas pendidikan adalah mengupayakan agar anak bisa mengenal potensi...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78355 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75523 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 91970 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101354 kali
Info MBS
Jembatani Kompetensi Siswa dengan Kebutuhan Pelaku Dunia Usaha
Jembatani Kompetensi Siswa dengan...
9 tahun yang lalu - dibaca 36142 kali
Pendidikan Informal untuk Penguatan Pembelajaran di Daerah Tertinggal
Pendidikan Informal untuk Penguatan...
9 tahun yang lalu - dibaca 54177 kali
Sekolah Berasrama Asa bagi Anak Perbatasan
Sekolah Berasrama Asa bagi Anak...
9 tahun yang lalu - dibaca 55541 kali
Program Keahlian Ganda Butuh Praktik Mengajar Realistik
Program Keahlian Ganda Butuh Praktik...
9 tahun yang lalu - dibaca 53530 kali
Permen tentang Penguatan Pendidikan Karakter Disiapkan dalam Sepekan
Permen tentang Penguatan Pendidikan...
9 tahun yang lalu - dibaca 58037 kali
Pemerataan Pendidikan Siapkan SDM Berkarakter dan Berdaya Saing
Pemerataan Pendidikan Siapkan SDM...
9 tahun yang lalu - dibaca 54410 kali
72 Tahun Merdeka, Apa Kabar Pendidikan Indonesia?
72 Tahun Merdeka, Apa Kabar Pendidikan...
9 tahun yang lalu - dibaca 44588 kali
Lewat Teknologi, Anak-anak Muda Bicara Perpecahan Bangsa
Lewat Teknologi, Anak-anak Muda Bicara...
9 tahun yang lalu - dibaca 47929 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.47 Mb - Loading : 1.49129 seconds