Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Layanan Khusus Peserta Didik

Minggu, 27/06/2015 11:37:24
Layanan khusus kepada peserta didik pada umumnya sama, tetapi proses pengelolan dan pemanfaatannya yang berbeda. Beberapa bentuk layanan khusus di sekolah antara lain layanan: Bimbingan Konseling, perpustakaan, laboratorium, ekstrakulikuler, Usaha Kesehatan Sekolah, kafetaria, koperasi, Organisasi Siswa Intra Sekolah, transportasi, dan asrama. Sedangkan proses manajemen layanan khusus adalah: (1) Perencanaan, meliputi analisis kebutuhan dan penyusunan program layanan khusus; (2) Pengorganisasian, berupa pembagian tugas untuk melaksanakan program layanan khusus; (3) Penggerakan, meliputi pengaturan pelaksanaan layanan khusus, serta (4) Pengawasan, meliputi pemantauan dan penilaian kinerja program layanan khusus di sekolah.

Manajemen merupakan proses penataan atau pendayagunaan dengan menggunakan sumber-sumber potensial, baik manusia maupun non manusia, guna mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Proses fungsi manajemen itu menurut George R.Terry dimulai dari perencanaan (planning), lalu diteruskan pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), dan terakhir adalah pengawasan (controlling). Proses tersebut berjalan secara siklik, karena begitu proses akhir (pengawasan) telah dilalui, maka akan kembali lagi menuju ke proses pertama (perencanaan).  

31Untitled.jpg

Manajemen pada bidang apapun dari segi proses hampir tidak berbeda karena senantiasa dimulai dari perencanaan dan diakhiri dengan pengawasan. Aspek yang dapat membedakan antara manajemen bidang satu dengan bidang lain adalah aspek substansi atau bidang yang menjadi garapannya. Jadi aspek yang membedakan antara manajemen pendidikan dengan manajemen lainnya bukan pada aspek prosesnya, tetapi pada aspek substansinya. Aspek substansi ini lazim disebut ruang lingkup, bidang garapan, cakupan, atau isi. Substansi manajemen pendidikan digolongkan menjadi dua bagian yaitu substansi inti dan substansi ekstensi. Substansi inti manajemen sekolah meliputi manajemen: kurikulum dan pembelajaran; peserta didik; pendidik dan tenaga kependidikan; keuangan; sarana dan prasarana; hubungan sekolah dan masyarakat; serta budaya dan lingkungan sekolah (7 Pilar MBS, 2013). Sedangkan substansi ekstensi adalah substansi manajemen pendidikan yang telah diperluas, yaitu berbagai bidang garapan yang mesti dikelola karena berkontribusi besar terhadap kesuksesan proses substansi inti.

Pengelolaan (baca: manajemen) layanan khusus merupakan salah satu dari substansi ekstensi manajemen pendidikan. Selain itu masih ada lagi substansi ekstensi dari manajemen pendidikan, contohnya manajemen: kantor, waktu, konflik, sistem informasi, dinamika kelompok, dan lainnya. Manajemen layanan khusus di sekolah diterapkan untuk mempermudah atau memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan khusus peserta didik di sekolah. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen layanan khusus adalah suatu proses kegiatan memberikan pelayanan kebutuhan kepada peserta didik untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar tujuan pendidikan bisa tercapai secara efektif dan efisien. Manajemen layanan khusus di sekolah merupakan bagian penting dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang efektif dan efisien.

40Untitled1.jpg

Untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab pendidikan, maka sekolah memerlukan suatu manajemen layanan khusus yang dapat mengatur segala kebutuhan peserta didik sehingga tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai. Jadi manajemen layanan khusus adalah proses kegiatan memberikan layanan kebutuhan kepada peserta didik untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar tujuan pendidikan bisa tercapai secara efektif dan efisien.

Posting oleh wildan zulkarnain 11 tahun yang lalu - Dibaca 101155 kali

 
Tag : #layanan khusus # MBS

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Rabu, 10/07/2019 16:38:48
SUPERVISI PEMBELAJARAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN

Abstract Abstract: This study aims to gain an in-depth study of the supervision carried out by the headmaster....

Selasa, 11/06/2019 11:29:38
PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR

Abstract Abstract: The purpose of this study is to: (1) describe the problem of teachers in designing learning...

7 Pilar MBS
MBS portal
7 Pilar MBS SD
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah a. Konsep Dasar Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78342 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75510 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 91950 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101333 kali
Info MBS
4. Manajemen Sarana dan Prasarana...
13 tahun yang lalu - dibaca 115148 kali
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga...
12 tahun yang lalu - dibaca 113398 kali
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis...
12 tahun yang lalu - dibaca 118545 kali
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran...
12 tahun yang lalu - dibaca 73422 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.48 Mb - Loading : 1.57121 seconds