Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

PENGEVALUASIAN LAYANAN KHUSUS KAFETARIA BERBASIS SEKOLAH

Kamis, 19/12/2013 14:35:26

PENGEVALUASIAN LAYANAN KHUSUS KAFETARIA

BERBASIS SEKOLAH
Kafetaria

Manajemen layanan khusus di suatu sekolah merupakan bagian penting dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang efektif dan efisien. Sekolah merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dari penduduk bangsa Indonesia. Sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dan tugas untuk mlaksanakan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu penegetahuan dan teknologi saja, melainkan harus menjaga dan meningkatkan kesehatan baik jasmani maupun rohani peserta didik. Hal ini sesuai dengan UU No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab II Pasal 4 yang memuat tentang adanya tujuan pendidikan nasional. Untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab tersebut maka sekolah memerlukan suatu manajemen layanan khusus yang dapat mengatur segala kebutuhan peserta didiknya sehingga tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai.

Kantin atau warung sekolah diperlukan adanya di tiap sekolah supaya makanan yang dibeli peserta didik terjamin kebersihannya dan cukup mengandung gizi. Para guru diharapkan sekali-kali mengontrol kantin sekolah dan berkonsultasi dengan pengelola kantin mengenai makanan yang bersih dan bergizi. Peran lain kantin sekolah yaitu supaya para peserta didik tidak berkeliaran mencari makanan keluar lingkungan sekolah.

Layanan kafetaria adalah layanan makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh peserta didik disela-sela mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah sesuai dengan daya jangkau peserta didik. Makanan dan minuman yang tersedia di kafetaria tersebut, terjangkau dilihat dari jumlah uang saku peserta didik, tetapi juga memenuhi syarat kebersihan dan cukup kandungan gizinya.

Banyak sekolah menghadapi kesulitan mengatur kedisiplinan siswanya untuk menepati waktu pelajaran dikarenakan siswa harus membeli atau “jajan” makanan atau minuman di luar sekolah. Untuk memperoleh makanan yang sehat dan bersih serta layanan yang baik guna menciptakan pikiran dan konsentrasi siswa atau petugas sekolah yang lain merupakan permasalahan yang harus dipecahkan oleh sekolah. Berkenaan dengan ini keberadaan kafeteria (cafeteria) di sekolah merupakan sekolah alternative untuk memecahkan permasalahan-permasalahan di atas agar dikelola dengan baik.

William H. Roe (dalam Kusmintarjo, 1993:47-48) dalam bukunya “School Business Management” menyebutkan adanyan sejumlah kemungkinan pendidikan untuk layanan makanan atau masakan di sekolah-sekolah, antara lain:

  1. Memberikan kesempatan pada murid untuk belajar memilih makanan yang baik atau sehat;
  2. Memberikan bantuan dalam mengerjakan ilmu gizi secara nyata;
  3. Menganjurkan kebersihan dan kesehatan;
  4. Menekankan kesopanan dalam masyarakat, dalam bekerja, dan kehidupan bersama;
  5. Menekankan penggunaan tata karama yang benar dan sesuai dengan yang berlaku di masyarakat;
  6. Memberikan gambaran tentang manajemen yang prkatis dan baik;
  7. Menunjukkan adanya koordinasi antara bidang pertanian dan industri;
  8. Menghindari makanan yang tidak/kurang higienis.

Kafeteria sekolah hendaknya lebih menekankan pada pelatihan kesehatan dan pengajaran di sekolah. Suatu kondisi yang kontradiksi sering ditemui di sekolah, dimana di suatu sisi guru berusaha memperbaki kebiasaan hidup sehat, namun disisi lain ditemui adanya ruang kelas ataupun kamar mandi yang kotor. Setiap usaha sekolah diupayakan untuk menciptakan suatu lingkungan menyeluruh, lingkungan kesehatan sekolah, dan secara khusus lingkungan kafeteria. Kafeteraia sekolah mengembangkan pertumbuhan tingkah laku dan kebiasaan yang baik. Hal-hal berikut dapat diperhitungkan kepala sekolah sebagaimana dia memimpin staf sekolah dan murid-muridnya dalam cara belajar untuk memperbaiki lingkungan kafeteria:

  1. Menentukan prosedur untuk menutup dan membuka atau kapan anak-anak memasuki dan meninggalkan kafeteria;
  2. Memperhatikan semua perilaku murid dan kafeteria;
  3. Menyusun suatu atura pembayaran yang tidak merugikan kafeteria;
  4. Membuat pengaturan tempat duduk yang serasi;
  5. Mangatur dekorasi, seperti lukisan, poster-poster kesehatan;
  6. Menyajikan musik selama jam makan siang;
  7. Mengatur anak-anak yang makan siang dengan membawa makanan sendiri;
  8. Menentukan aturan bagi perilaku anak-anak di meja makan;
  9. Menyusun prosedur pengembalian talam atau tempat makanan dan pada saat meninggalkan ruangan makan.

 

 

Dalam rangka implementasi MBS, manajemen kompenen layanan khusus kafetaria harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai tahap penyusunan anggaran, penggunaan, sampai pengawasan dan pertanggung jawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efesien dan efektif, tidak ada kebocoran-kebocoran, serta bebas dari penyakit korupsi, kolusi, dan nepotisme.

 

 

DAFTAR RUJUKAN

 

  1. Administrasi Pelayanan Khusus. (Online) (http://darwoto.wordpress.com/2010/03/17/administrasi-pelayanan-khusus/) diakses pada tanggal 6 September 2013.
  2. Manajemen Layanan Khusus: materi diklat pembinaan kompetensi calon kepala sekolah/kepala sekolah). Jakarta: Perihal Akhmad Sudrajat seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan (Online) (Akhmadsudrajat.wordpress.com) diakses pada 6 September 2013
  3. Imron, Ali. 1994. Manajemen Peserta Didik Di Sekolah. Malang: DepDikBud.
  4. Pengelolaan Kafetaria Di Sekolah (Jilid II). Malang: IKIP Malang.
  5. Siswanti, Cici. 2013. Layanan Kafetaria. (Online) (Cici.siswanti.blogspot.com) diakses pada 6 September 2013
  6. Tim Dosen AP UPI. 2012. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

 

 

 

 

 

Posting oleh ERNIE PURWANTI 12 tahun yang lalu - Dibaca 16520 kali

 
Tag : #kafetaria # MBS

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 12/10/2020 10:45:00
ANALISIS DAMPAK ANJURAN PEMERINTAH TERHADAP BELAJAR DI RUMAH BAGI PELAKU PENDIDIKAN

Dunia sedang mengalami pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Penerapan kebijakan Work From Home (WFH)...

Selasa, 06/10/2020 12:05:40
3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah dari SMPN 4 Tenggarong Kaltim

Pengelolaan sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia harus dilaksanakan dengan prinsip manajemen...

7 Pilar MBS
6. Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen hubungan sekolah dan masyarakat berbasis sekolah adalah pengaturan hubungan sekolah dan masyarakat yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan hubungan sekolah dan masyarakat, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip...
Informasi Terbaru
Penelitian
Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan
Raden Bambang Sumarsonorbamsum@gmail.comUniversitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri Se-Malang Raya,...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78341 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75508 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 91942 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101323 kali
Info MBS
Beasiswa LPDP Dibuka, Jangan Terlewat Batas Pendaftarannya!
Beasiswa LPDP Dibuka, Jangan Terlewat...
9 tahun yang lalu - dibaca 56434 kali
Menggodok SMK, Mengejar Ketertinggalan SDM Berbasis TIK
Menggodok SMK, Mengejar Ketertinggalan...
9 tahun yang lalu - dibaca 56037 kali
Diserbu Siswa MI Ini, Petugas Perpustakaan Keliling Kuwalahan
Diserbu Siswa MI Ini, Petugas...
9 tahun yang lalu - dibaca 58566 kali
Negara-Negara Ini Memiliki Sistem Pendidikan Terbaik Sedunia
Negara-Negara Ini Memiliki Sistem...
9 tahun yang lalu - dibaca 58967 kali
Dicari, Kasek Terbaik Se-Kota Malang
Dicari, Kasek Terbaik Se-Kota Malang
9 tahun yang lalu - dibaca 44408 kali
Peningkatan Mutu Sekolah, Pelajar Madrasah Ciptakan Inovasi
Peningkatan Mutu Sekolah, Pelajar...
9 tahun yang lalu - dibaca 40840 kali
Berperan Jadi Siswa, Dekatkan 150 Orangtua Siswa dengan Kondisi Riil Sekolah
Berperan Jadi Siswa, Dekatkan 150...
9 tahun yang lalu - dibaca 32714 kali
16 SD/MI di Jombang Mitra USAID Prioritas, Ikuti Pelatihan Modul III
16 SD/MI di Jombang Mitra USAID...
10 tahun yang lalu - dibaca 51364 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.47 Mb - Loading : 1.48940 seconds