Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

PERENCANAAN LAYANAN KHUSUS TRANSPORTASI BERBASIS SEKOLAH

Kamis, 19/12/2013 13:06:09

52jalan.jpg

Transportasi sekolah merupakan bentuk kegiatan angkutan personel sekolah  (siswa dan staf sekolah) baik ke dan dari sekolah atau lebih banyak dikenal dengan sebutan antar jemput untuk personel sekolah, yaitu murid beserta dengan stafnya. Sistem transportasi yang baik dan strategis seharusnya bertujuan untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan yang sangat penting dan utama, efisiensi, keadilan serta pelestarian lingkungan. Karena itulah diperlukan adanaya upaya dan riset yang dapat menunjang sistem transportasi yang handal tersebut. Transportasi sekolah ini adalah alat perpindahan, perjalanan yang khususnya digunakan untuk mengangkut seluruh siswa sekolah dalam memudahkan seluruh pelajar untuk menuju sekolahnya masing-masing.


Dalam perencanaan layanan khusus transportasi sekolah  perlu diawali dengan adanya perumusan tujuan utama dari pelayanan transportasi sekolah, yang mana dengan adanay transportasi sekolah mampu  membawa kemudahan bagi siswa untuk menuju ke sekolah dan pulang dari sekolah. Tujuan ini harus disesuaikan dengan adanya kebutuhan sekolah yang mengharuskan untuk mengadakan pelayanan transportasi sekolah dalam memfasilitasi siswa yang mempunyai jarak tempuh sekolah yang cukup jauh dengan rumahnya dan tidak adanya waktu luang dari orangtua untuk mengantarkan anaknya menuju ke sekolah. Sehingga dengan adanay transportasi sekolah akan memberikan dampak positif yang dilihat dari sudut pandang tersebut. Selain itu juga merumuskan fungsi adanya pelayanan  transportasi sekolah berbasis sekolah, yang mana fungsi ini memberikan berbagai keuntungan baik untuk sekolah maupun untuk siswa. Yaitu layanana transportasi akan memberikan peningkatan dalam pelayanan terhadap siswa/ mampu member kepuasan terhadap siswa (pelanggan).


Sekolah menyusun rencana kerja pelayanan transportasi sekolah untuk ke depannya, keberlangsungan manajemen berbasis sekolah . Perencanaan pelayanan transportasi oleh sekolah dilakukan dengan mengadakan sarana transportasi sekolah (bus sekolah) untuk memudahkan siswa menuju ke sekolah dan pulang dari sekolah. Yang mana dalam perencanaan untuk mengadakan transportasi sekolah ini perlu adanya anggaran dana yang harus dirincikan untuk keberlangsungan pelaksanaan layanan transportasi sekolah.


Secara teknis pengadaan sarana tersebut berhubungan dengan jalur akses dari bus sekolah itu sendiri, sehingga dalam hal ini pihak sekolah memerlukan adanya bantuan dari Dinas perhubungan untuk mengatur jalannya akses yang akan dilewati oleh bus sekolah. Setelah  menetukan jalur akses untuk lintasan bus, maka pihak sekolah dengan bantuan Dinas perhubungan melakukan sosialisasi kepada seluruh siswa dan tak meninggalkan untuk memberitahukan kepada orangtua siswa bahwa bus yang telah disediakan sudah siap untuk beropersi dengan jalur yang telah ditentukan. Agar para orangtua siswa mengetahui berbagai program apa saja yang telah dilaksanakan oleh sekolah untuk memudahkan siswa (anaknya) datang ke sekolah dengan baik.


Pemberitahuan tentang diadakannya layanan transportasi untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang merespon dan hendak mengikuti kegiatan tersebut. Karena dengan itu, tentu memudahkan sekolah untuk menganalisis dan menetukan rute-rute yang akan dilalui oleh bus untuk menjemput siswa dan mengantarkan siswa pulang ke rumah masing-masing. Jika semua persiapan dalam perencanaan pelayanan transportasi sekolah dilaksanakan dengan baik dan teratur tentu aplikasi kegiatan transportasi berbasis sekolah akan berjalan dengan baik pula. Dengan demikian kegiatan ini akan mendapatkan respon yang baik dari siswa, orangtua siswa dan staf sekolah.

Posting oleh Alfi ihyatul islam 12 tahun yang lalu - Dibaca 13633 kali

 
Tag : #mbs # layanan khusus # transportasi sekolah

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Selasa, 31/03/2020 21:23:41
INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIUS PADA KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH

INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIUS PADA KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH Bagus Rachmad Saputra, Imron Arifin,...

Selasa, 24/03/2020 09:46:07
Wahai Para Guru, Jangan Berikan Tugas yang Membebani Psikis Anak Didik

Anggota Komisi X FPKB DPR RI Hj Lathifah Shohib mengkritisi realisasi kebijakan proses belajar di rumah. Ia menilai...

7 Pilar MBS
MBS portal
7 Pilar MBS SD
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah a. Konsep Dasar Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78355 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75518 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 91970 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101354 kali
Info MBS
4. Manajemen Sarana dan Prasarana...
13 tahun yang lalu - dibaca 115164 kali
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga...
12 tahun yang lalu - dibaca 113421 kali
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis...
12 tahun yang lalu - dibaca 118578 kali
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran...
12 tahun yang lalu - dibaca 73432 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.51 Mb - Loading : 1.48712 seconds