Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

EVALUASI LAYANAN KHUSUS ASRAMA BERBASIS SEKOLAH

Kamis, 19/12/2013 10:45:43

48school-class-clip-art-1627653.jpg


EVALUASI LAYANAN KHUSUS ASRAMA BERBASIS SEKOLAH

 

 

Shinta Delly Farnila

(Off A - 110131436531)

shintadellyfarnila@gmail.com

 

 

Manajemen layanan khusus di suatu sekolah merupakan bagian penting dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang efektif dan efisien. Sekolah merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dari penduduk bangsa Indonesia. Sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dan tugas untuk melaksanakan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, melainkan harus menjaga dan meningkatkan kesehatan baik jasmani maupun rohani peserta didik. Hal ini sesuai dengan UU No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab II Pasal 4 yang memuat tentang adanya tujuan pendidikan nasional. Untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab tersebut maka sekolah memerlukan suatu manajemen layanan khusus yang dapat mengatur segala kebutuhan peserta didiknya sehingga tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai.

Manajemen layanan khusus di sekolah pada dasarnya ditetapkan dan di organisasikan untuk dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah. Layanan khusus diselenggarakan di sekolah dengan maksud untuk memperlancar pelaksanaan pengajaran dalam rangka mencapai tujuan di sekolah. Pendidikan di sekolah antara lain juga berusaha agar peserta didik senantiasa berada dalam keadaan baik. Baik disini menyangkut aspek jasmani maupun rohani. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen layanan khusus adalah suatu proses kegiatan memberikan pelayanan kebutuhan kepada peserta didik untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien.

 

Pengertian Asrama Sekolah

            Asrama adalah suatu tempat penginapan yang ditujukan untuk anggota suatu kelompok umumnya murid-murid sekolah. Asrama biasanya merupakan sebuah bangunan dengan kamar-kamar yang dapat ditempati oleh beberapa penghuni disetiap kamarnya. Para penghuninya menginap di asrama unuk jangja waktu yang lebih lama daripada di hotel maupun di losmen. Alasan untuk memilih menghuni sebuah asrama bisa berupa tempat tinggal asal sang penghuni yang terlalu jauh, maupun untuk biayanya yang terbilang lebih murah dibandingkan untuk penginapan lain, misalnya: apartemen. Selain untuk menampung murid-murid, asrama juga sering di tempati peserta suatu pesta olahraga.

Alfin Toffler dalam Kusmintardjo (1992:1), memberikan batasan asrama sekolah (school-house) sebagai berikut:

the school house that is only a place wherechildren are taught during the day fulfills its primary function only this much”

(asrama adalah suatu tempat itnggal bagi anak-anak dimana mereka diberi pengajaran atau bersekolah)

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Petrina (2011) asrama dapat diartikan sebagai bangunan tempat tinggal bagi kelompok orang yang bersifat homogen. Homogen disini berarti memiliki salah satu karakteristik yang sama, misalnya asrama siswa.

Dengan demikian dapatlah diurai bahwa pada dasarnya asrama sekolah dapat diartikan sebagai suatu tempat dimana para peserta didik bertempat tinggal dalam jangka waktu yang relatif tetap bersama dengan guru sebagai pengasuhnya yang memberikan bantuan kepada para peserta didik dalam proses pengembangan pribadinya melalui proses penghayatan dan pengembangan nilai budaya. Pengembangan pribadi disini disesuaikan dengan bidang atau profesi yang sedang ditempuh di sekolah yang bersangkutan.

 

Hakikat dan Fungsi Asrama Sekolah

Penghuni asrama adalah individu-individu peserta didik yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, baik dari segi pendidikan orang tua, status sosial-ekonomi, dan adat istiadat. Oleh karena itu perludisusun etos kehidupan asrama yang mempertimbangkan faktor-faktor tersebut diatas.

Piet A. Sahertian dalam Kusmintardjo (1992:4), menguraikan tentang hakekat dan fungsi asrama sekolah sebagai berikut:

  1. Hakekat kehidupan asrama sekolah

Hakekat kehidupan asrama bukan sekedar pembentukan kebiasaan (habit formation) dan kesan-kesan sensoris, namun suatu proses pembentukan nilai. Ddengan kata lain, hidup di asrama pada hakekatnya adalah pembentukan nilai-nilai hidup, yakni:

1)   Nilai keagamaan

2)   Nilai kebenaran

3)   Niali kebersamaan (sosial)

4)   Nilai keindahan

5)   Nilai ekonomis dan sebagainya.

Oleh karena itu, dalam kehidupan di asrama diperlukan adanya saling menghargai, saling mengakui, saling menerima dan member, dan saling mengembangkan diri sendiri.

  1. Fungsi kehidupan asrama sekolah

Sejalan dengan hakekat kehidupan asrama adalah pembentukan nilai, maka fungsi kehidupan asrama harus mengandung hal-hal sebagai berikut:

1)   Kehidupan asrama sekolah harusdapat menciptakan suasana “home”. Maksudnya kultur kehidupan di asrama harus berisi susasana “home” dalam pengertian sebagai berikut:

a)    Lingkungan penuh kasih sayang, jauh dari suasana perselisihan (a world strife shut out, a world of love shut in).

b)   Tempat dimana yang kecil merasa dibesarkan dan yang besar merasa kecil (the place where the small are great, and the great are small)

c)    Tempat dimana kita tidak banyak menggerutu dan diperlakukan dengan sebaik-baiknya (the place where we grumble most and treated the best).

d)   Tempat dimana kita makan tiga kali sehari sekenyang-kenyangnya dan memuaskan diri seribu kali (the place where stomach gets three square meals a day and our heart a thousands)

e)    Pusat pertumbuhan dwi-tunggal antara peri kasih sayang dan angan-angan pribadi (the center of our affection round which our heart best wishes twine)

f)    Satu-satunya tempat di dunia, dimana kesalahan-kesalahan dan kekurangan/kegagalan kita sembunyikan oleh cinta dan pengorbanan

g)   Mahligai kebapakan, dunia keibuan, dan paradise bagi kehidupan anak-anak.

2)   Kehidupan asrama harus dapat menjadi laboratorium sosiologis, dimana hubungan-hubungan manusia merupakan kunci utama. Artinya dalam kehidupan asrama di sekolah harus diusahakan berbagai pengalaman belajar (learning-activity) sebagai persiapan untuk hidup di masyarakat.

 

Tujuan Penyelenggaraan Asrama Sekolah

Menurut Kusmintardjo (1992:6) selaras dengan hakekat dan fungsi kehidupan asrama sekolah, maka secara umum tujuan diselenggarakannya asrama sekolah adalah untuk menunjang keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Sedangkan secara khusus tujuan penyelenggaraan asrama adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan bimbingan kepada peserta didik (penghuni asrama sekolah) dan menanamkan rasa disiplin pada diri peserta didik;
  2. Membiasakan para peserta didik untuk mencintai belajar bersama-sama dengan teman sebayanya;
  3. Membantu peserta didik agar dapat menyesuaikan diri pada kehidupan sosial dalam lingkungan sebaya;
  4. Membantu peserta didik dalam proses pengambangan nilai-nilai kecerdasan dan ketrampilan;
  5. Membantu memberikan tempat penginapan bagi para peserta didik yang rumahnya jauh dari sekolah.

Evaluasi Asrama Berbasis Sekolah

            Evaluasi merupakan seragkaian kegiatan yang sistematis yang dilakukan dalam rangka untuk mengetahui apakah suatu kegiatan pendidikan telah berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan atau belum.

            Dalam pelaksanaan evaluasi program kegiatan asram tidak dilakukan sekali dalam satu periode melainkan dilakukan bertahap-tahap sesuai dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Sebagai contoh kegiatan yang diadakan hanya satu kali dalam periode (pelatihan kewirausahaan) biasanya setelah kegiatan berlangsung tetapi untuk kegiatan yang dilakukan selama satu periode tersebut maka evaluasinya dilakukan secara kontinyu setiap bulan. Evaluasi dilakukan oleh perencana kegiatan dengan melibatkan seluruh warga asrama. Hali ini dilakukan agar kesalahan yang muncul dapat dihindari supaya tidak terulang kembali.

 

KAJIAN PUSTAKA

Kusmintardjo, 1992. Pengelolaan Layanan Khusus di Sekolah. Jilid II. Malang: UPT Perpustakaan UMPenyelenggaraan Pelatihan Dengan Sistem Asrama (Boarding School). Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FIP UM.

Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

 

 

Posting oleh Shinta Delly Farnila 13 tahun yang lalu - Dibaca 29782 kali

 
Tag : #asrama #mbs

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Minggu, 24/01/2021 07:23:27
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH DASAR UMUM DAN KEAGAMAAN

Peserta didik saat ini mengalami krisis karakter yang memprihatinkan Penanaman nilai karakter semangat kebangsaan...

Senin, 14/12/2020 09:18:40
PEMBINAAN POTENSI KEPEMIMPINAN SISWA MELALUI LAYANAN EKSTRAKURIKULER

Abstract: Student leadership potential is not enough just developed through learning activities in the classroom but...

7 Pilar MBS
MBS portal
7. Manajemen Budaya dan Lingkungan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen budaya dan lingkungan berbasis sekolah adalah pengaturan budaya dan lingkungan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan budaya dan lingkungan sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah
Siti Mistrianingsih. Abstract: The main objective of this study is to describe the implementation of MBS, roles of headmaster, the factors supporting and inhibiting the implementation of MBS at Elementary School in Pandanwangi 1 Malang. The methods of research used the qualitative approach and...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
13 tahun yang lalu - dibaca 105168 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa Inggris
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa...
11 tahun yang lalu - dibaca 93414 kali
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik Terbaik Program DBE 2
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik...
13 tahun yang lalu - dibaca 55446 kali
Panduan Kegiatan DBE1 Tingkat Kabupaten...
13 tahun yang lalu - dibaca 62170 kali
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September 2011
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September...
13 tahun yang lalu - dibaca 90907 kali
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi - Pasca Gempa Gedung Sekolah dan Madrasah dengan Partisipasi Masyarakat
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi -...
13 tahun yang lalu - dibaca 65710 kali
Integrasi Kecakapan Hidup dalam...
13 tahun yang lalu - dibaca 77363 kali
Pengajaran Profesional & Pembelajaran...
13 tahun yang lalu - dibaca 153272 kali
Info MBS
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah...
9 tahun yang lalu - dibaca 56795 kali
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi Butuh Suntikan Beasiswa!
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan...
9 tahun yang lalu - dibaca 44912 kali
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan...
9 tahun yang lalu - dibaca 63189 kali
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Generasi Milenial Jangan Takut...
9 tahun yang lalu - dibaca 59801 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
9 tahun yang lalu - dibaca 40813 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
9 tahun yang lalu - dibaca 48657 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
9 tahun yang lalu - dibaca 58222 kali
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
9 tahun yang lalu - dibaca 74060 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.52 Mb - Loading : 3.10804 seconds