Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Perencanaan Layanan Khusus Bimbingan Dan Konseling (Bk) Berbasis Sekolah

Jum'at, 05/06/2015 05:22:40

59gambar004.png

Perencanaan atau biasa disebut planning, merupakan suatu rangkaian proses kegiatan menyiapkan keputusan mengenai apa yang diharapkan terjadi (peristiwa, keadaan, suasana) dan apa yang akan dilakukan. Perencanaan meliputi tindakan, memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasikan dan merumuskan aktivitas yang dianggap perlu untuk mencapai hasil yang diinginkan. Sedangkan perencanaan pendidikan dapat diartikan sebagai suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan lebih efektif dan efisien serta sesuai kebutuhan dan tujuan pendidikan.

Bimbingan konseling (BK) merupakan salah satu komponen penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang keberadaannya sangat dibutuhkan, khususnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan kepribadiannya, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Penyuluhan atau konseling dianggap identik dengan psycoteraphy, yaitu usaha menolong orang-orang yang mengalami gangguan psikis yang serius sedangkan bimbingan dianggap identik dengan pendidikan. Penyuluhan merupakan salah satu teknik pelayanan bimbingan secara keseluruhan yaitu dengan cara memberikan bantuan secara individu (face to face relationship).

Konselor pendidikan adalah konselor yang bertugas dan bertanggungjawab memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik di lembaga pendidikan. Konselor pendidikan merupakan profesi yang termasuk ke dalam tenaga kependidikan seperti yang tercantum dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional maupun Undang-undang tentang Guru dan Dosen. Konselor pendidikan semula disebut sebagai Guru Bimbingan Penyuluhan (Guru BP). Seiring dengan perubahan istilah penyuluhan menjadi konseling, namanya berubah menjadi Guru Bimbingan Konseling (Guru BK).

Istilah manajemen berbasis sekolah merupakan terjemahan dari “school-based management”. Manajemen berbasis sekolah (MBS) merupakan program nasional yang tercantum dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal  50 (1), ” Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah”. MBS merupakan paradigma baru pendidikan yang memberikan otonomi luas pada tingkat sekolah dengan maksud agar sekolah leluasa mengelola sumber daya dan sumber dana dengan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah.

Dalam perencanaan layanan khusus bimbingan dan konseling berbasis sekolah harus melibatkan secara langsung semua warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, karyawan, orang tua siswa, dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional, sebab MBS dipandang sebagai alternatif dari pola umum pengoperasian sekolah yang selama ini memusatkan wewenang di kantor pusat dan daerah. Dengan demikian, perencanaan layanan khusus bimbingan konseling berbasis sekolah didasarkan pada sistem manajemen dimana sekolah merupakan unit pengambilan keputusan penting tentang penyelenggaraan pendidikan secara mandiri. Melalui keterlibatan guru, orang tua, dan masyarakat lainnya dalam keputusan-keputusan penting tersebut, maka MBS dipandang dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif bagi para murid. Dengan demikian, adanya layanan khusus bimbingan dan konseling (BK) berbasis sekolah merupakan upaya untuk memandirikan sekolah dengan memberdayakannya.

Layanan khusus bimbingan konseling merupakan bagian dari manajemen berbasis sekolah (MBS) yang efektif dan efisien. Layanan khusus merupakan suatu proses kegiatan memberikan pelayanan kebutuhan kepada peserta didik untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar tujuan pendidikan bisa tercapai secara efektif dan efisien. Pelayanan bimbingan dan konseling berbasis sekolah memiliki peran penting dalam membantu peserta didik untuk mengenali diri dan lingkungannya yang diperlukan untuk membantu dan memperlancar proses pembelajaran. Agar layanan khusus bimbingan dan konseling di sekolah dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan adanya manajemen. Manajemen pelayanan khusus bimbingan dan konseling merupakan proses kegiatan pengelolaan bimbingan dan konseling yang meliputi perencanaan (planning),  pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia (staffing), pengarahan dan kepempinan (leading), dan pengawasan (controlling). Perencanaan layanan khusus bimbingan dan konseling berbasis sekolah disusun melalui beberapa prosedur atau langkah-langkah, yakni: 1) analisis kebutuhan siswa; 2) rapat koordinasi antara konselor BK; dan 3) penyusunan program BK.

Dalam penyediaan layanan khusus bimbingan dan konseling berbasis sekolah sebagai suatu proses kegiatan, membutuhkan perencanaan yang matang dan sistematis dari mulai penyusunan program hingga pelaksanaannya. Agar layanan bimbingan dan konseling memperoleh hasil sesuai tujuan yang telah dirumuskan, maka kegiatan ini memerlukan:

  1. Ketersediaan guru BK yang berlatar belakang pendidikan BK.
  2. Tersedianya program BK, sarana dan prasarana, serta instrumen-instrumen yang lengkap dan memadai berdasarkan pedoman pelaksanaan dan prinsip-prinsip BK.
  3. Kesamaan sikap dan pandangan seluruh stakeholder pendidikan tentang arti pentingnya BK bagi peserta didik untuk mengenal kepribadian dirinya.

            Perencanaan layanan khusus bimbingan dan konseling di sekolah dimulai dari mengidentifikasi aspek-aspek yang dijadikan bahan masukan bagi penyusun perencanaan tersebut. Kegiatan ini yang akan dijadikan bahan masukan bagi penyusunan layanan khusu yang akan dilaksanakan. Perencanaan layanan khusus BK berbasis sekolah seharusnya didasarkan pada kebutuhan nyata siswa lengkap dan menyeluruh (memuat segenap fungsi BK), sistematis (disusun menurut urutan logis dan sinkron), terbuka dan luwes (mudah menerima masukan tanpa harus merubah program secara menyeluruh), memungkinkan kerjasama dengan pihak terkait dimungkinkan penilaian dan tindak lanjut. Untuk itu, diperlukan adanya team work yang terdiri atas kepala sekolah, konselor, guru penyuluh, dan guru. Dalamm hal itu, diperlukan juga adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas. Dengan demikian, tujuan dari perencanaan layanan khusus bimbingan dan konseling (BK) berbasis sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Oleh: Rakhmawati Indriani (110131436541)

Posting oleh Rakhmawati Indriani 11 tahun yang lalu - Dibaca 52316 kali

 
Tag : #perencanaan # layanan khusus # bimbingan dan konseling # BK # manajemen berbasis sekolah

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Minggu, 24/01/2021 07:23:27
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH DASAR UMUM DAN KEAGAMAAN

Peserta didik saat ini mengalami krisis karakter yang memprihatinkan Penanaman nilai karakter semangat kebangsaan...

Senin, 14/12/2020 09:18:40
PEMBINAAN POTENSI KEPEMIMPINAN SISWA MELALUI LAYANAN EKSTRAKURIKULER

Abstract: Student leadership potential is not enough just developed through learning activities in the classroom but...

7 Pilar MBS
MBS portal
7. Manajemen Budaya dan Lingkungan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen budaya dan lingkungan berbasis sekolah adalah pengaturan budaya dan lingkungan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan budaya dan lingkungan sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah
Siti Mistrianingsih. Abstract: The main objective of this study is to describe the implementation of MBS, roles of headmaster, the factors supporting and inhibiting the implementation of MBS at Elementary School in Pandanwangi 1 Malang. The methods of research used the qualitative approach and...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
13 tahun yang lalu - dibaca 104436 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa Inggris
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa...
11 tahun yang lalu - dibaca 92858 kali
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik Terbaik Program DBE 2
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik...
13 tahun yang lalu - dibaca 55058 kali
Panduan Kegiatan DBE1 Tingkat Kabupaten...
13 tahun yang lalu - dibaca 61699 kali
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September 2011
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September...
12 tahun yang lalu - dibaca 90397 kali
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi - Pasca Gempa Gedung Sekolah dan Madrasah dengan Partisipasi Masyarakat
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi -...
13 tahun yang lalu - dibaca 65311 kali
Integrasi Kecakapan Hidup dalam...
13 tahun yang lalu - dibaca 76784 kali
Pengajaran Profesional & Pembelajaran...
13 tahun yang lalu - dibaca 152643 kali
Info MBS
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah...
8 tahun yang lalu - dibaca 56145 kali
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi Butuh Suntikan Beasiswa!
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan...
8 tahun yang lalu - dibaca 44542 kali
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan...
8 tahun yang lalu - dibaca 62635 kali
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Generasi Milenial Jangan Takut...
8 tahun yang lalu - dibaca 59212 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
8 tahun yang lalu - dibaca 40497 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
8 tahun yang lalu - dibaca 48234 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
9 tahun yang lalu - dibaca 57663 kali
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
9 tahun yang lalu - dibaca 73621 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.52 Mb - Loading : 1.80432 seconds