Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Pengorganisasian Layanan Khusus Kafetaria di Sekolah

Kamis, 19/12/2013 08:52:35

Pengorganisasian Layanan Khusus Kafetaria Di Sekolah

Oleh: Putri Novia Widodo/ 110131405785

Menurut Kusmintardjo (1993:51) aspek-aspek yang perlu diperhatikan agar pengelolaan atau pengorganisasian layanan kafetaria sekolah dapat mencapai sasaran yang diharapkan adalah sebagai berikut:

  1. Bentuk atau sistem layanan kafetaria sekolah

Ada 3 (tiga) macam bentuk layanan makanan di kafetaria sekolah, yaitu: self service system, wait service system, tray service system. Sistem layanan yang baik sangat tergantung pada situasi dan kondisi sekolah, terutama berkenaan dengan siapa pembelinya maka dari itu perlu diadakan survey terlebih dahulu.

  1. Personil kafetaria sekolah.

Kepala sekolah hendaknya memperkerjakan seorang manajer dan tugas manajer harus dibuat sejelas-jelasnya. Menurut Shuster dan Wetzler (dalam Kusmintardjo, 1993:52) menyebutkan bahwa tugas seorang manajer kafetaria adalah:

 

Kepala sekolah harus mendelegasikan kewenangannya kepada menajer agar pengorperasian kafetaria lebih efisien, dan menentukan suatu standart kesehatan. Kepala sekolah hendaknya melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan kafetaria secara seksama. Kepala sekolah dibebani dengan tanggung jawab pengelolaan program sekolah secara menyeluruh. Kepala sekolah juga harus secara terus menerus mengendalikan operasi kafetaria.

  1. Penataan sarana fisik.

Menurut Kusmintardjo (1993:53) ukuran kefetaria berbeda-beda menurut ukuran sekolahnya, namun luas kafetaria harus dapat menampung 25-35% atau 1/3 dari keseluruhan jumlah siswa ada suatu sekolah. Tersedianya sarana kafetaria yang memadai tentunya akan sangat memperngaruhi kecepatan pelayanan yang pada akhirnya akan sangat mempengaruhi kenyamanan dari para pelanggan siswa.

Tata dapur yang baik juga perlu diperhatikan, sebagaimana halnya pengaturan ruang makan. Dapur dan ruang pemrosesan makanan dipisahkan dari ruang makan. Untuk memelihara makan dari debu sebaiknya lokasi kafetaria berada di salah satu sayap bangunan sekolah dan letaknya agak tinggi dari bangunan sekolah lainnya. Untuk mengurangi debu yang ada diruangan kafetaria dapat juga dilakukan dengan menempatkan kipas angin di ruang makan atau di ruang pelayanan makanan.

Lokasi kafetaria sebaiknya agak jauh dari ruang belajar siswa, sehingga suara bising dan bau yang berasal dari kafetaria tidak terlalu mengganggu kenyamanan situasi belajar mengajar. Bahan bangunan konstruksi kafetaria terdiri dari bahan yang kedap suara, sehingga kebisingan yang berasal dari kafetaria dapat dikurangi (Kusmintardjo, 1993:53).

  1. Standart kesehatan yang baik.

Kafetaria harus menggambarkan pengajaran kesehatan bagi siswa, sehingga timbul anggapan bahwa apa yang dilakukan kafetaria merupakan contoh tentang makanan yang sehat. Dalam sekolah yang besar dan baik, kesehatan dan program pendidikan rumah tangga dan kafetaria konsisten satu sama lain.

Kriteria yang tepat bagi kesungguhan sekolah dalam pengajaran kesehatan adalah jenis, jumlah, dan tempat makanan kecil (misalnya permen) yang ada di kafetaria. Sekolah sering memberikan pembatasan dengan meberikan pengajaran yang positif dalam kelas, dengan poster dia aula dan kafetaria. Poster tersbut biasanya berisi tentang bagaimana kriteria makanan yang sehat dan bagaimana kriteria makanan yang tidak sehat (Kusmintardjo, 1993:54).

  1. Organisasi penyelenggaraan kafetaria sekolah.

Penyelenggaraan kafetaria sekolah yang baik tentunya melibatkan semua unsur sekolah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung, guru-guru juga ikut memikirkan program-program kafetaria sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk pencapaian tujuan pengajaran (Kusmintardjo, 1993:55-56).

Disamping itu perlu juga menetapkan personil-personil sekolah yang secara langsung menangani penyelenggaraan kafetaria. Secara langsung kepala sekolah akan memberikan wewenangnya dan menunjuk beberapa guru menjadi petugas kafetaria untuk mengelola kafetaria (Kusmintardjo, 1993:56).

Yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana keberadaan kafetaria di suatu sekolah, tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan makan dan minum siswa, namun juga dapat sebagai wahana untuk mendidik siswa tentang kesehatan, kebersihan, kejujuran, saling menghargai, dan sebagainya (Kusmintardjo, 1993:56).

Menurut Kusmintardjo (dalam Andriani, 2005: 43), petugas penyelenggara kafetaria di sekolah:

Menentukan kebijakan, mengawasi, memberikan supervise untuk   kelancaran usaha kafetaria.

Mempertanggungjawabkan semua pemasukan dan pengeluaran keuangan kepada manajer dan membuat laporan keungan.

Bertanggungjawab atas penyediaan dan pengadaan bahan makanan sebelum produksi.

Bertanggungjawab atas penjualan dan pelayanan makanan dan membuat laporan kepada bagian keuangan (bendahara)

Bertanggungjawab atas menu dan pengolahan makanan yang di sajikan di kafetaria, dan membuat laporan kepada bagian penjualan dan bagian keungan,

Bertanggungajawab atas kebersihan peralatan dan lingkungan kafetaria,

Bertanggungjawab atas keamanan barang-barang milik kafetaria dan milik pembeli.

Menurut Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (2011), pengelola kantin sebaiknya dipegang oleh orang dalam atau keluarga karyawan sekolah yang bersangkutan, agar segala makanan yang dijual dikantin tersebut terjamin dan bermanfaat bagi peserta didik. Makanan  anak sekolah juga berpengaruh pada peningkatan prestasi belajar anak. Selain itu fungsi dan tujuan kantin sekolah adalah memenuhi jajanan yang bergizi dan sehat bagi siswa. Hal ini merupakan salah satu bentuk pelayanan terbaik yang diberikan oleh siswa. Makanan sehat dan bergizi tidak terlepas dari proses pengolahan dan penyajian makanan. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kualitas makanan sehat dan bergizi antara lain aspek higienis, sanitasi yang baik dan bebas bahan beracun berbahaya. Bangunan fisik kantin harus sesuai dengan standar kesehatan. Ruangan hendaknya bersih, tidak bocor, lantai keramik, dan konstruksi bangunan yang kuat dan aman. Sanitasi hendaknya berfungsi dengan dengan baik, tersedianya sumber air bersih yang memenuhi syarat kesehatan untuk mengelola makanan, pembuangan air kotor yang tidak mencemari lingkungan, tersedia tempat pencucian alat makan, tersedia tempat cuci tangan lengkap dengan sabun serta lap tangan yang selalu bersih dan kering, tersedia tempat pembuangan makanan dan kebersihan alat makan (Rohati, 2012:0).

DAFTAR RUJUKAN

Andriani, Eli. 2005. Persepsi Staf Sekolah terhadap Keefektifan Manajemen Layanan Khusus Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Bojonegoro

Kusmintardjo. 1993. Pengelolaan Layanan Khusus di Sekolah (Jilid 2). Malang: UPT Perpustakaan UM.

Rohati, Ellya. 2012. Kantin Sekolah Sehat. (online), (http://bio_ellya.guru-indonesia.net/artikel_detail-20685.html), diakses tanggal 18 Desember 2013.

Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

 

Posting oleh putri novia w 13 tahun yang lalu - Dibaca 40411 kali

 
Tag : #layanankhusus #MBS #kafetaria

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 15/02/2021 15:16:57
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH DASAR UMUM DAN KEAGAMAAN

Abstract: Students are currently experiencing a character crisis which is concerning. Cultivating the character value...

Rabu, 03/02/2021 08:59:00
PENINGKATAN PARTISIPASI ORANGTUA PESERTA DIDIK BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

Abstract: This study aims to describe (1) the Go Application management process. (2) parental understanding in using...

7 Pilar MBS
MBS portal
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen peserta didik berbasis sekolah adalah pengaturan peserta didik yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan peserta didik di sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi manajemen berbasis...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
Manajemen Berbasis Sekolah dalam Kerangka Penguatan Otonomi Sekolah
Manajemen Berbasis Sekolah dalam Kerangka Penguatan Otonomi Sekolah   A n s a r Universitas Negeri Gorontalo   Abstrac: School Based Management (SBM) is a gift of freedom (autonomy) to the school to take care of everything related to the operation of the school in order to achieve goals...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Modul Pelatihan Praktik Yang Baik Kelas Awal
Modul Pelatihan Praktik Yang Baik Kelas...
11 tahun yang lalu - dibaca 129060 kali
Contoh Sukses Pelaksanaan MBS
Contoh Sukses Pelaksanaan MBS
13 tahun yang lalu - dibaca 99714 kali
Panduan Advokasi dan Lokakarya Penyusunan Rencana Kegiatan, Anggaran, Supervisi dan Monitoring Program MBS
Panduan Advokasi dan Lokakarya...
13 tahun yang lalu - dibaca 69399 kali
Paket Pelatihan Lanjutan untuk Sekolah dan Masyarakat
Paket Pelatihan Lanjutan untuk Sekolah...
13 tahun yang lalu - dibaca 55220 kali
Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan
Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan
11 tahun yang lalu - dibaca 100792 kali
Panduan Pembelajaran Kelas Rangkap
Panduan Pembelajaran Kelas Rangkap
11 tahun yang lalu - dibaca 105581 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
13 tahun yang lalu - dibaca 88379 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
13 tahun yang lalu - dibaca 106787 kali
Info MBS
3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah...
6 tahun yang lalu - dibaca 46282 kali
Mendikbud Tetapkan Empat Pokok...
7 tahun yang lalu - dibaca 54389 kali
PPDB 2019 SMP Sistem Zonasi, Nilai USBN...
7 tahun yang lalu - dibaca 64142 kali
Penghapusan Ujian Nasional Tak Otomatis...
7 tahun yang lalu - dibaca 46119 kali
Tahun Ini, 3.725 SMA/SMK se-Jatim Bebas Biaya Pendidikan  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul
Tahun Ini, 3.725 SMA/SMK se-Jatim Bebas...
7 tahun yang lalu - dibaca 64795 kali
APBN 2019, Anggaran Pendidikan Rp 492 Triliun, Terbesar untuk Agama
APBN 2019, Anggaran Pendidikan Rp 492...
8 tahun yang lalu - dibaca 43332 kali
Asah Bakat Sejak Dini, Anak Tumbuh Jadi Remaja Hebat
Asah Bakat Sejak Dini, Anak Tumbuh Jadi...
8 tahun yang lalu - dibaca 40240 kali
"Bersiaplah... Pendaftaran SNMPTN...
9 tahun yang lalu - dibaca 127523 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.52 Mb - Loading : 3.74616 seconds