Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Perencanaan Layanan Khusus Kelas Inklusi Berbasis Sekolah

Kamis, 19/12/2013 05:01:13

 

Perencanaan Layanan Khusus Kelas Inklusi Berbasis Sekolah

Oleh

Iis Dahlia

“Layanan khusus merupakan penataan semua sumber (manusia maupun non manusia) dan... serta digunakan untuk mencapai tujuan lembaga/ sekolah secara lebih optimal” (Mustiningsih, 2012:1). Sedangkan Manajemen kelas adalah rentetan kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif, yaitu meliputi: tujuan pengajaran, pengaturan waktu ruangan dan peralatan, dan pengelompokkan siswa dalam belajar (Alam S:1B, dalam Tim Dosen AP UPI, 2011: 107). Dari pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa layanan khusus digunakan mencapai tujuan lembaga/ sekolah secara lebih optimal serta bisa dilakukan dengan manajemen kelas yang bertujuan untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif sehingga dapat mencapai tujuan lembaga/sekolah secara lebih optimal.

Stainback dan Stainback (1990) mengemukakan bahwa, sekolah inklusi adalah sekolah yang menampung semua siswa di kelas yang sama. Sekolah ini menyediakan program pendidikan yang layak, menantang, tetapi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa, maupun bantuan dan dukungan yang dapat diberikan oleh para guru agar anak-anak berhasil. Manajemen kelas inklusi adalah proses atau kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan oleh guru dalam menciptakan suasana kelas yang menampung anak secara penuh dengan menekankan suasana sosial kelas yang menghargai perbedaan yang menyangkut kemampuan, kondisi fisik, sosial ekonomi, agama, sebagai upaya dalam mendapatkan lingkungan belajar yang kondusif sehingga kegiatan pembelajaran dapat belarjalan sesuai dengan yang telah direncanakan.

Ada beberapa hal yang harus dipahami terlebih dahulu dalam menyusun perencanaan layanan khusus kelas Inklusi berbasis sekolah (MBS) antara lain:

  1. Layanan khusus kelas inklusi
  2. Model pendidikan inklusi
  3. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
  4.  Langkah-langkah Perumusan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

Layanan khusus kelas inklusi merupakan suatu rangka penyelengaraan layanan secara khusus yang bertujuan untuk mengakomodasi semua peserta didik tanpa mempertimbangkan kondisi fisik, intelektual, sosial, emosional, linguistik dan kondisi lainnya. Ini berarti mencakup anak yang cacat dan berbakat, anak jalanan dan yang bekerja, anak dari penduduk terpencil dan nomadik (berpindah-pindah), anak dari kelompok minoritas bahasa, etnis atau budaya, dan anak dari kelompok atau wilayah yang termarjinalisasikan lainnya.

Pendidik reguler dan pendidik kebutuhan khusus mempunyai tugas bersama untuk mengadaptasikan lingkungan belajar dengan kebutuhan dan kemampuan setiap peserta didik di kelas. Jadi, kelas inklusi akan menjadi tempat bertemunya pendidiakn reguler dan pendidikan berkebutuhan khusus. Prinsip pendidikan yangdiadaptasikan dalam sekolah inklusi ini memunculkan pertanyaan mengenai metode pembelajaran seperti apa yang sesuai untuk diterapkan di kelas inklusi. Mengingat tingkat heteroginitas yang tinggi pada peserta didik kelas inklusi tersebut maka metode yang dipilih harus dapat mengakomodasi setiap keunikan peserta didik dalam kelas tersebut (Waldron, 1995).

Model pendidikan inklusi dapat dilakukan dengan berbagai model. Menurut Bos dan Schuman (dalam Syaima, 2012:21) penempatan anak berkelainan di sekolah inklusi dapat dilakukan dengan model sebagai berikut:

  1. Kelas Reguler (Inklusi Penuh). Anak berkelainan belajar bersama anak lain sepangjang hari di kelas reguler dengan menggunakan kurikulum yang sama;
  2. Kelas reguler dan cluster. Anak berkelainan belajar bersama anak lain di kelas reguler dalam kelompok khusus;
  3. Kelas reguler dengan pill out. Anak berkelainan belajar bersama anak lain (normal) dikelas reguler namun dalam waktu-waktu tertentu ditarik dari kelas reguler ke ruang sumber untuk belajar dengan guru pembimbing khusus;
  4. Kelas reguler dengan cluster dan pull out. Anak berkelainan belajar bersama anak lain (normal) di kelas reguler dalam kelompok khusus dan dalam waktu-waktu tertentu ditarik dari kelas reguler ke ruang sumber untuk belajar dengan pembimbing khusus;
  5. Kelas khusus dengan berbagai pengintegrasian. Anak berkelainan belajar bersama di dalam kelas khusus pada sekolah reguler, namun dalam bidang-bidang tertentu dapat belajar bersama anaka lain (normal) di kelas reguler;
  6. Kelas khusus penuh Anak berkelainan khusus belajar bersama di Peserta didik sekolah inklusi mempunyai minat bidang dan tingkat penguasaan, komunikasi dan strategi belajar, kecemasan dan kekhawatiran yang berbeda-beda. Peserta didik teretntu memiliki kebutuhan khusus yang berbeda-beda.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memahami Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) diantaranya adalah :

  1. Pengkajian Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
  2. Penelitian tentang program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) berkenaan dengan desentralisasi kekuasaan dan program peningkatan partisipasi ( local stakeholders).
  3. Strategi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) harus lebih menekankan kepada elemen manajemen pertisipatif dlam meningkatkan kinerja sekolah.

Langkah-langkah Perumusan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam mengimplementasikannya harus ada tahapan-tahapan sebagai berikut: Mengidentifikasi sistem, budaya dan sumber daya, mana yang perludipertahankan.

      
  1. Membuat komitmen secara rinci yang diketahui oleh semua unsur yang bertanggung jawab.
  2. Hadapilah penolakan terhadap perubahan dengan memberi pengertian akan pentingnya perubahan demi mencapai tujuan bersama.
  3. Berkerja dengan semua unsur sekolah dalam menjelaskan atau memaparkan visi, misi, dan tujuan.
  4. Menggaris bawahi prioritas sistem, budaya dan sumber daya yangbelum ada dan sangat diperlukan.
  5. Mengidentifikasi tantangan nyata sekolah pada umumnya tantangan sekolah bersumber pada output (lulusan) sekolah yang meliputi kualitas, produktifitas, efektibilitas, dan efisiensi.
  6. Merumuskan visi, misi, tujuan sasaran sekolah yang dapat menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan sekolah.
  7. Mengidentifikasi fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. Fungsi-fungsi yang dimaksud adalah unsur-unsur kegiatan beserta unsur-unsur pendukungnya yang saling berkaitan dan tidak dapat berdiri sendiri.
  8. Melakukan analisis potensi lingkungan (analisis SWOT)

Analisis SWOT digunakan untuk mengenali kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan utnuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Prinsip analisis SWOT adalah:

  1. Kekuatan-kekuatan apa yang kita miliki?
  2. Bagaimana memanfaatkannya?
  3. Kelemahan-kelemahan apa yang kita miliki?
  4. Bagaimana meminimalkannya?
  5. Peluang-peluang apa yang ada?
  6. Bagaimana memanfaatkannya?
  7. Ancaman apa yang mungkin menghambat keberhasilan?
  8. Bagaimana mengatasinya?

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan layanan khusus kelas Inklusi berbasis sekolah (MBS) membutuhkan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika penyusunan perencanaan layanan khusus kelas inklusi berbasis sekolah yaitu: Layanan khusus kelas inklusi, Model pendidikan inklusi, Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), serta Langkah-langkah Perumusan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Ketika menyususn rencana layanan khusus kelas Inklusi berbasis sekolah (MBS) seharusnya melaksanakan langkah-langkah tersebut sehingga lebih mudah dalam pelaksaan sehingga bisa meminimalis kendala/permasalahan yang kemungkinan terjadi. Perencanaan merupakan dasar dari pelaksanaan layanan khusus kelas Inklusi berbasis sekolah (MBS) sehingga harus disusun sebaik-baiknya.

DAFTAR PUSTAKA

Mustiningsih. 2012. Konsep Dasar Manajemen Layanan Khusus, (PPT). Malang.

Pendgurusd. 2012. Konsep Dasar Manajemen Berbasis sekolah, (Online), (http://pendgurusd.wordpress.com/2012/06/06/konsep-dasar-manajemen-berbasis-sekolah/), diakses 18 Desember 2013.

Syaima. 2012. Strategi Pengembangan Potensi Peserta Didik pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi (Studi Kasus di SMPN 18 Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: UM.

Tim Dosen AP Universitas Pendidikan Indonesia. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Waldron,  K.A. 1995. INTRODUCTION TO A SPECIAL EDUCATION The Inclusive Claassroom.  An International Thomson Publishing Company: Delmar Publishers.

 

 

 

 

Posting oleh Iis Dahlia 13 tahun yang lalu - Dibaca 30936 kali

 
Tag : #

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Minggu, 24/01/2021 07:23:27
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH DASAR UMUM DAN KEAGAMAAN

Peserta didik saat ini mengalami krisis karakter yang memprihatinkan Penanaman nilai karakter semangat kebangsaan...

Senin, 14/12/2020 09:18:40
PEMBINAAN POTENSI KEPEMIMPINAN SISWA MELALUI LAYANAN EKSTRAKURIKULER

Abstract: Student leadership potential is not enough just developed through learning activities in the classroom but...

7 Pilar MBS
MBS portal
7. Manajemen Budaya dan Lingkungan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen budaya dan lingkungan berbasis sekolah adalah pengaturan budaya dan lingkungan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan budaya dan lingkungan sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah
Siti Mistrianingsih. Abstract: The main objective of this study is to describe the implementation of MBS, roles of headmaster, the factors supporting and inhibiting the implementation of MBS at Elementary School in Pandanwangi 1 Malang. The methods of research used the qualitative approach and...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
13 tahun yang lalu - dibaca 105205 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa Inggris
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa...
11 tahun yang lalu - dibaca 93447 kali
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik Terbaik Program DBE 2
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik...
13 tahun yang lalu - dibaca 55467 kali
Panduan Kegiatan DBE1 Tingkat Kabupaten...
13 tahun yang lalu - dibaca 62218 kali
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September 2011
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September...
13 tahun yang lalu - dibaca 90939 kali
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi - Pasca Gempa Gedung Sekolah dan Madrasah dengan Partisipasi Masyarakat
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi -...
13 tahun yang lalu - dibaca 65750 kali
Integrasi Kecakapan Hidup dalam...
13 tahun yang lalu - dibaca 77421 kali
Pengajaran Profesional & Pembelajaran...
13 tahun yang lalu - dibaca 153307 kali
Info MBS
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah...
9 tahun yang lalu - dibaca 56878 kali
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi Butuh Suntikan Beasiswa!
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan...
9 tahun yang lalu - dibaca 44931 kali
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan...
9 tahun yang lalu - dibaca 63220 kali
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Generasi Milenial Jangan Takut...
9 tahun yang lalu - dibaca 59857 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
9 tahun yang lalu - dibaca 40843 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
9 tahun yang lalu - dibaca 48683 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
9 tahun yang lalu - dibaca 58259 kali
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
9 tahun yang lalu - dibaca 74106 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.53 Mb - Loading : 1.66149 seconds