Modul Pelatihan Praktik Yang Baik 2
MODUL PELATIHAN 2
Modul Pelatihan ini merupakan modul kedua dari seri modul pelatihan yang terdiri dari empatmodul dengan tujuan utama untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar danlanjutan pertama melalui pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MB S), Peran Serta Masyarakat (PSM), dan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM).
Modul Pelatihan I telah memperkenalkan beberapa konsepbaru seperti MB S, PSM dan PAKEM. Konsep MB S dan PSM dipelajari melalui latihan-latihan yang terbimbing, kunjungan sekolah, dan nara sumber yang sudah berhasil misalnya Kepala Sekolah, Komite Sekolah dan Pengawas. Keterampilan dalam merencanakan anggaran juga diberikan dalam pelatihan tersebut.
Konsep PAKEM disajikan melalui pemodelan yang memperkenalkanberbagai strategi pembelajaran yang aktif dan interaktif yang berpusat pada siswa (termasuk pengelolaan siswayang efektif, menciptakan lingkungan belajar yang efektif,cara menggali potensi dan kreatifitas siswa melalui berbagai jenis penugasan), pengamatan kelas, pembuatan rencana belajar dan praktik mengajar disekolah.
Modul Pelatihan 2 merupakan lanjutan dari Modul Pelatihan 1, dengan fokus memperdalampemahaman peserta terhadap konsep-konsep MB S, PSM, dan PAKEM yang telah diperkenalkan di Modul Pelatihan 1. Dalam bidang manajemen berbasis sekolah, peserta mengkaji ulang kemajuan yang dibuat sejak pelatihan tahap pertama. Nara sumber memberikan contoh nyata untuk didiskusikan dan dianalisis. Sekolah juga dilatih mengelola pendanaan sekolah yang terpadu sehingga dana dapat digunakan secara efektif. Sekolahjuga belajar menyusun program kerjasama dengan berbagai pihak.
Dalam pelatihan PSM, peran masyarakat dijajaki lebih lanjut untuk membantu peningkatan sekolah melalui dukungan masyarakat yang efektif. Peran masyarakat terhadap kemajuansekolah lebih difokuskan pada proses belajar mengajar.
Dalam pelatihan PAKEM peserta menjajaki lebih lanjut pengelolaan kelas, strategi-strategi,dan teknik-teknik pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikirsiswa. Keterampilan bertanya, penciptaan ide-ide baru pembelajaran yang mengaktifkan siswa dan kerja kelompok juga dibahas secara lebih intensif. Para peserta diajak untukmengkaji kembali pemahaman mereka tentang belajar aktif, dengan mengembangkansendiri skenario pembelajaran dengan bantuan Fasilitator. Skenario pembelajaran yang telah dikembangkan dipraktikkan di sekolah, dan kemudian didiskusikan untuk memperoleh umpan balik dari para peserta lain. Di samping itu, pengertian dan kesadaran guru ataspentingnya perlakuan guru yang sama tanpa bias jender dalam praktik pembelajran di kelas (seperti dalam pemberian tugas, pembuatan soal dan memberikan kesempatan belajar) diberikan di dalam unit 9 ’Pembelajaran yang Mendidik Siswa Mengembangkan PotensiDiri’.

Posting oleh Tim Pengembang MBS 13 tahun yang lalu - Dibaca 79830 kali
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KEMAMPUAN MANAJERIAL, EFIKASI DIRI, DAN PRESTASI BELAJAR TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA
Abstract: Work readiness is a condition of students when after graduating they have the competencies needed to...
ANALISIS SISTEM KEPELATIHAN DI IKIP BUDI UTOMO MALANG DITINJAU DARI CRITICAL EVENT MODEL LEONARD NADLER
Abstract: This research aims to describe the training design held at IKIP Budi Utomo Malang in terms of CEM Leonard...
